Senin, 18 November 2019 | 02:38:35 WIB

KPK Geledah Lima Lokasi Terkait Kasus Mafia Migas

Selasa, 10 September 2019 | 20:47 WIB
KPK Geledah Lima Lokasi Terkait Kasus Mafia Migas

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif bersama Jubir KPK Febri. (FOTO: MEDCOM/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumpulkan banyak bukti untuk menjerat eks Direktur Utama (Dirut) Pertamina Energy Trading Ltd (Petral) Bambang Irianto. Beberapa bukti-bukti dikumpulkan dalam penggeledahan yang dilakukan baru-baru ini.
 
"Untuk kepentingan penyidikan, KPK menggeledah lima lokasi pada 5 dan 6 September 2019," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarief di Gedung KPK, Jakarta, Selasa, 10 September 2019.
 
Lima lokasi itu yakni rumah yang beralamat di Jalan Pramukasari 3, Jakarta, rumah di Komplek Ligamas, Pancoran, Jakarta Selatan, Apartemen di Salemba Residence, Jakarta Pusat, rumah di Cempaka Putih Timur, Jakarta Pusat, dan rumah di Jalan Cisanggiri II, Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

"Dari penggeledahan tersebut KPK menyita dokumen pengadaan dan data aset. Karena dugaan penerimaan suap cukup signifikan maka KPK akan terus berupaya melakukan penelusuran dan asset recovery," kata Syarif.
 
KPK menetapkan Bambang sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap perdagangan minyak mentah. Bambang diduga menerima suap USD2,9 juta.
 
Uang haram dari Kernel Oil Ltd itu diterima Bambang melalui perusahaan cangkang bernama Siam Group Holding Ltd, dengan kedudukan hukum di British Virgin Island. Bambang diduga menerima suap dalam periode 2010-2013.
 
Bambang disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b subsider Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

MEDCOM

Berita Terkait