Selasa, 24 September 2019 | 01:25:49 WIB

Alasan PB Djarum Hentikan Program Audisi Beasiswa Bulu Tangkis Mulai 2020

Selasa, 10 September 2019 | 21:39 WIB
Alasan PB Djarum Hentikan Program Audisi Beasiswa Bulu Tangkis Mulai 2020

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin. (FOTO: MEDCOM/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, membeberkan alasan PB Djarum menghentikan audisi beasiswa bulu tangkis mulai tahun 2020 mendatang. Menurutnya, syarat yang diajukan Komisi Perlindungan Anak Indonesia tidak bisa diterima pihaknya.
 
Sebelumnya, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menilai adanya unsur eksploitasi anak dalam Audisi Beasiswa Bulu Tangkis PB Djarum. Mereka menilai logo dan warna yang digunakan tidak lepas dari brand image produk rokok Djarum.
 
"Dalam rakor (rapat koordinasi) 4 September yang diikuti KPAI, Djarum, Kemenpora, Kementrian PMK, Kementrian PPPA, Kemenkumham, Bareskrim, Kemenkes, KONI, dan Pemda-pemda yang menjadi tuan rumah seperti Purwokerto, Karanganyar, Surabaya, dan Kudus dicetuskan zero tolerance kepada Djarum," beber Yoppy pada Selasa (10/9/2019).

"KPAI mengatakan bahwa pihaknya tidak mengizinkan adanya atribut Djarum dalam bentuk apapun, termasuk kaus yang dikenakan para legenda PB Djarum," jelasnya
 
Syarat yang diajukan KPAI membuat PB Djarum mengambil langkah tegas untuk menghentikan Audisi Beasiswa Bulu Tangkis PB Djarum pada 2020 mendatang. Namun, audisi tahun 2019 tetap dijalankan dengan syarat para peserta audisi diizinkan menggunakan kaus klub masing-masing.
 
Yoppy menegaskan bahwa PB Djarum maupun Djarum Foundation bukanlah produk rokok. Ia merasa pihaknya tidak diberikan ruang gerak dengan syarat yang diajukan KPAI.
 
"Jika tidak ada ruang, kita tidak akan bergerak. Kalau ruangnya hanya dibikin sebagai basa-basi saya tidak mau. Kembalikan seperti semula," tegasnya.
 
"Jangan batasi saya untuk berkontribusi. Ini kan seperti dicegah semua, ini enggak boleh, itu enggak boleh. Ini membuat saya susah," urainya.

MEDCOM

Berita Terkait