Senin, 14 Oktober 2019 | 06:41:34 WIB

Fachri: Kemenangan Timnas U-19 Semoga Jadi Obat

Rabu, 11 September 2019 | 23:18 WIB
Fachri: Kemenangan Timnas U-19 Semoga Jadi Obat

Pelatih Timnas U-19 Fachri Husaini (tengah). (FOTO: MEDCOM/LINDO)

YOGYAKARTA, LINDO - Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-19 menang di laga uji coba melawan Timnas Iran U-19 dengan skor 1-0 di Stadion Mandala Krida Yogyakarta, Rabu 11 September 2019. Gol semata wayang Timnas U-19 dicetak Sutan Diego Zico pada menit 48. Kemenangan sekaligus revans atas tim yang sama pada Sabtu akhir pekan lalu. Waktu itu, Timnas U-19 takluk 2-4 di Stadion Patriot Bekasi.
 
Pelatih Timnas U-19 Fachri Husaini, mengatakan, kunci kemenangan anak asuhnya salah satunya adalah kekompakan di lapangan. Ia mengatakan, David Maulana dan kawan-kawan bermain disiplin dan terlihat termotivasi usai kalah 2-4 pada pertandingan pertama.

“Pemain punya niat dalam rangka memberikan hiburan masyarakat Indonesia. Mudah-mudahan penampilan anak-anak bisa mengobati kekecewaan ini. Kami berharap bisa sedikit mengobati,” kata Fachri dalam sesi jumpa pers di Stadion Mandala Krida, Rabu 11 September 2019.
 
Ia mengatakan anak asuhnya bisa membendung serangan Iran yang dilancarkan dengan bola atas dan langsung ke barisan pertahanan. Menurutnya, postur tinggi pemain Iran dan kemelut di lini belakang Indonesia selau bisa diantisipasi hingga laga bubar.
 
“Saya tidak punya strategi menghadapi bola, sifatnya long pass. Tapi semua pemain, mereka siap sepanjang laga. Kami kalah di satu dua bola, tapi kami menang di second ball. Bisa bereaksi cepat,” kata dia.
 
Apa yang terjadi di lapangan sudah menjadi cacatan evaluasi tim pelatih. Fachri mengatakan sudah melakukan perbaikan tim dalam dua sesi latihan untuk mengantisipasi pola permainan Iran.
 
“Kami siap mengantisipasi lawan dengan bola atas. Terutama lewat set piece, baik lemparan ke dalam maupun tendangan bebas. Tak ada satupun yang berbahaya untuk kami,” jelasnya.
 
Ia mengaku menginstruksikan kepada pemain, meski kalah postur, namun tak boleh kalah nyali. Pemain Indonesia yang berpostur sekitar 165 sentimeter tak segan berduel dengan pemain Iran yang berpostur 180 sentimeter.
 
Menurut dia menjadi modal bagus bagi seluruh anak asuhnya. Meski hanya bertajuk laga uji coba, ia menilai kemenangan itu layak disyukuri.
 
“Kemenangan tetap jadi bagian penting untuk kualifikasi AFC Cup. Kemenangan sore ini bukan dengan mudah. Iran tim yang kuat. Pertahanan solid. Postur relatif lebih tinggi dibanding pemain Indonesia. Ini jadi modal penting kami untuk selalu belajar terus, setiap pemain, baik setiap individu maupun tim agar bisa lebih baik lagi,” pungkasnya.

MEDCOM

Berita Terkait