Senin, 14 Oktober 2019 | 06:11:35 WIB

Larutnya Malam di Cafe Dodoku Ali Ternate

Jum'at, 13 September 2019 | 23:35 WIB
Larutnya Malam di Cafe Dodoku Ali Ternate

Rombongan wartawan media LiputanIndonesiaNews.Com sedang melakukan diskusi ringan soal seputar dunia malam di Cafe Duo Kembar, Dodoku Ali, Salero, Ternate, Maluku Utara, Sabtu (14/9/2019). (FOTO: RUDI/LINDO)

TERNATE, LINDO - Malam semakin larut, cuaca diluar sana semakin menambah dingin, karena angin malam kian menit makin kencang, seakan-akan mau menembus pori-pori yang makin kriput ini.

Suasana alunan musik di cafe duo kembar di Salero, Ternate, makin mengasikan. Lagu-lagu memory era 80an makin menyentuh isi hati ini, seakan-akan masa lampau akan kembali lagi karena terinspirasi dengan nada-nada lagu yang dibawah para tamu di cafe itu.

Waktu makin larut, suasana dicafe tersebut makin menjadi hangat, walaupun diluar sana dingin malam makin menggerogoti tubuh ini, namun hal itu tidak menjadi halangan untuk bercanda gurau terhadap rekan-rekan dari media ini.

Salah satu rekan kami yang bernama Imelda Tude mampu menjawab tantangan itu. Dia mampu mencairkan suasana dengan menampilkan suara emasnya untuk membawa 2 lagu yaitu lagu-lagu era 80an dan lagu-lagu masa kini yang masuk dalam kategori yang paling terpopuler.

Beberapa rekan-rekan dari media yang sama juga ikut nimbrung peduli dengan suara emasnya Imelda. Mereka terasa terhibur dan membeerikan aplos berkali-kali pada suara emas Imelda.

Tidak ada pembahasan khusus dalam kongkoi (ngobrol santai) itu, yang ada hanyalah sebuah pertemuan biasa yang disebut dengan ngopi bareng dan ingin menenangkan pikiran yang fress.

Diberbagai sudut meja dalam cafe itu juga di manfaatkan untuk para tamu duduk-duduk sambil bercengkrama sambil bergurau.

Sedangkan dipojok lain masih di cafe yang sama juga dimanfaatkan oleh tamu lain untuk bermain domimo sambil mencicipi seneg ringan seperti gorengan pisang dan kentang goreng.

Waktu sudah menunjukan pukul satu dini hari, namun para tamu juga belum mau beranjak dari tempat itu. Beberapa cangkir kopi yang dihidangkan oleh pemilik cafe menemani kami seakan-akan bahwa dinginnya malam tidak mampu menembus suhu badan ini, karena panasnya kopi hitam yang mampu membendung larutnya malam.

Bersambung....

Berita Terkait