Rabu, 16 Oktober 2019 | 04:52:24 WIB

RKUHP Dan Sikap Objektif Jokowi

Minggu, 22 September 2019 | 06:49 WIB
RKUHP Dan Sikap Objektif Jokowi

(FOTO : CNNINDONESIA.COM/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) telah memutuskan menunda pembahasan dan pengesahan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Selangkah lagi RKUHP itu disahkan lewat Rapat Paripurna DPR itu mendapatkan apresiasi dari masyarakat yang selama ini resisten, namun tetap dilihat berdasarkan hasil pertimbangan politik ketimbang menyerap aspirasi publik.

Pada perjalanannya, pembahasan RKUHP ini mendapat banyak penolakan di masyarakat terkait keberadaan sejumlah pasal kontroversial. Di antaranya pasal pidana bagi pasangan kumpul kebo, pasal aborsi, hingga pasal penghinaan presiden yang dikritik bakal berpotensi kriminalisasi.

"Ini menjadi upaya pemerintah untuk meredam gejolak di tingkat publik sehingga pemerintah punya waktu untuk berpikir, mengevaluasi," kata peneliti politik Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes, Jumat Petang (20/9).

Arya menuturkan, bukan tidak mungkin dalam penundaan RKUHP itu Jokowi ingin menarik sejumlah pasal yang kontroversial. Namun, hal itu harus dikaji lebih lanjut bersama DPR dalam rapat konsultasi lanjutan.

Terlepas dari hal tersebut, keinginan Jokowi untuk menunda pengesahan RKUHP bisa jadi terganjal di DPR. "Tergantung ke respons DPR karena kalau menyetujui atau tidak itu kan kewenangan DPR. Tapi setidaknya presiden sudah menyatakan sikap, DPR mestinya mempertimbangkan," ujar pengamat politik Universitas Padjajaran Firman Manan.

Firman menilai, DPR mestinya juga mempertimbangkan banyaknya suara penolakan di masyarakat. Hal itu pula yang menurutnya menjadi pertimbangan Jokowi untuk menunda pembahasan RKUHP.

"Ketika muncul sentimen negatif dari publik maka (penundaan) ini langkah tepat. Walau ini bukan keputusan presiden, mungkin mengimbau juga karena pengesahan ini kan ranahnya DPR," tuturnya.  (ARMAN R)

Berita Terkait