Rabu, 16 Oktober 2019 | 04:47:48 WIB

Danwing 4 Lanud Ats Beri Pemahaman Safety Meeting Dalam Mencapai Safety Culture Yang Optimal

Minggu, 22 September 2019 | 16:17 WIB
Danwing 4 Lanud Ats Beri Pemahaman Safety Meeting Dalam Mencapai Safety Culture Yang Optimal

(FOTO : PENLANUDATS/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Komandan Udara Wing 4 Pangkalan Udara (Lanud) Atang Sendjaja (Ats) Kolonel Pnb Muzafar memberikan pemahaman tentang safety meeting, untuk bekal serta pengalaman para perwira dalam keselamatan terbang guna mencapai safety culture yang optimal, di Baseops Lanud Ats, Bogor, Jawa Barat, Kamis (19/9). 

Pelatihan dan pemahaman safety meeting ini akan berlangsung selama dua hari hingga Jumat (20/9). Pelaksanaan safety meeting hari pertama mengenai pembahasan general safety culture, aviation safety, dan safety for underslung mission

Hal ini berkaitan dengan akan dilaksanakannya latihan Giant Flag Underslung Operation di Lanud Atang Sendjaja dalam rangka persiapan Hari Ulang Tahun (Hut) Ke-74 Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada 5 Oktober mendatang. 

Latihan tersebut merupakan kelanjutan dari hasil kegiatan yang diikuti personel TNI AU (Angkatan Udara). Saat berlatih bersama RSAF guna mendapatkan pengetahuan dan mempelajari misi pelaksanaan Giant Flang Underslung Operation. 

Komandan Udara Wing (Danwing) 4 Lanud Ats Kolonel Pnb Muzafar mengatakan, keselamatan harus menjadi tujuan dari sebuah operasi udara. "Program safety meeting ini, bertujuan untuk memberi bekal dan pengalaman keselamatan terbang dan kerja (lambangja) atau air crew, dalam menangani peristiwa accident atau incident sesuai prosedur yang benar. Sehingga, setiap personel yang bertugas di unit-unit lambangja dapat memberikan kontribusi yang nyata dalam upaya mewujudkan zero accident dari unit satuan operasional,” terang Kolonel Pnb Muzafar.  

Melalui penyelenggaraan program safety meeting ini tambahnya, diharapkan dapat meningkatkan kinerja yang lebih baik. Terutama di bidang Lambangja dan safety level di organisasi dapat meningkat. Safety meeting ini diberikan kepada seluruh perwira maupun anggota aircrew atau mekanik di satuan-satuannya. 

Kolonel Pnb Muzafar pun berpesan, agar para perwira menjaga keselamatan. Baik personel maupun Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) dari segala bentuk ancaman maupun bencana. Untuk itu, diperlukan pengetahuan dan langkah-langkah untuk mengantisipasi bahaya.

“Dengan cara mengadakan pembinaan dan latihan secara terus menerus. Begitu juga budaya safety sangat penting. Baik yang dilakukan secara perorangan, tim maupun kedinasan. Muaranya, mengarah kepada upaya mencegah terjadinya accident dan incident seminimal mungkin," terang Kolonel Pnb Muzafar.

Prinsipnya accident dapat dicegah, bahkan dampak negatif yang mungkin timbul dapat dihindari.Safety Meeting ini dihadiri para komandan skadron, penerbang, teknisi dan pendukung penerbangan dari Lanud Ats. (ARMAN R)

 

Berita Terkait