Senin, 14 Oktober 2019 | 06:13:31 WIB

Wadah Pegawai KPK Harus dibubarkan

Minggu, 22 September 2019 | 16:31 WIB
Wadah Pegawai KPK Harus dibubarkan

(FOTO : RADARKONTRA/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Masinton Pasaribu menilai, Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (WP KPK) tak ubahnya wadah politik yang kerap menekan para pimpinan KPK terhadap mekanisme kerja yang ada di institusi itu.

Masinton menilai, WP KPK telah menekan para pimpinannya untuk mempengaruhi keputusan digelarnya konferensi pers terkait pelanggaran etik Ketua KPK 2019-2023 terpilih, Firli Bahuri, Rabu (11/9).

"Kalau kemarin Wadah Pegawai namanya, sekarang Wadah Politik. Ini yang menjadi kelompok penekan, menekan pimpinan, menekan publik melakukan pressure terhadap DPR," ujar Masinton, di Kompleks MPR/DPR, Jakarta.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Alexander Marwata, mengatakan akan menertibkan Wadah Pegawai KPK. Penertiban itu karena Wadah Pegawai KPK seolah-olah sudah menjadi Juru Bicara KPK. A lexander mengomentari aksi para pegawai KPK yang menyuarakan kritik terhadap revisi Undang – Undang (UU) Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK.

Pegawai KPK juga mendesak DPR dan Presiden Joko Widodo agar tak memilih Calon Pemimpi (Capim) yang bermasalah. Wadah Pegawai KPK tidak bisa dibubarkan, selama keberadaannya mengacu pada peraturan sistem manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) KPK. Meskipun demikian, fungsi Wadah Pegawai KPK bisa dikembalikan ke semula agar tidak menyimpang dari tujuan pembentukan.

"Ini seolah-olah di KPK itu semua jadi juru bicara. Ke depan kita harus tertibkan itu, tentukan siapa yang jadi pembicara mengatasnamakan lembaga," kata Alexander di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. (ARMAN R)

Berita Terkait