Rabu, 16 Oktober 2019 | 04:50:34 WIB

Segera Tangkap Dan Adili Veronica Koman

Minggu, 22 September 2019 | 19:17 WIB
Segera Tangkap Dan Adili Veronica Koman

(FOTO : TAGAR.ID/LINDO)

JAKARTA, LINDO – Massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Papua Indonesia (AMPI) meminta kepada aparat kepolisian menangkap tersangka Veronica Koman dalam kasus dugaan provokasi terkait insiden di Asrama Mahasiswa Papua. AMPI pun menghimbau masyarakat Indonesia, khususnya warga Papua yang berada di Jakarta, dan bumi Cenderawasih untuk menjaga persatuan dan kesatuan serta agar tidak terprovokasi berita hoaks.

Hoax menjadi momok dan sebagai alat untuk memecah belah bangsa khususnya di Papua. AMPI pun mengajak masyarakat Papua di Jakarta maupun di bumi Cenderawasih agar tidak termakan lagi hoax isu rasisme.

"Mari kita bergandengan tangan lawan provokator dan jaga persatuan dan kesatuan. Ada pihak-pihak yang sengaja ingin bumi Cenderawasih terus memanas dan terpecah belah. Berbagai cara dilakukan agar situasi Papua tidak kondusif," ungkapnya.

Sementara itu, Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur (Jatim) akhirnya memasukkan nama Veronica Koman ke Daftar Pencarian Orang (DPO) dan mengirimkan red notice ke interpol untuk menangkap perempuan kelahiran Medan itu. Polisi juga memberi wewenang kepada setiap anggota korps Bhayangkara tersebut untuk menangkap Veronica jika langsung melihatnya.

Pengiriman red notice karena Vero diduga masih berada di luar negeri. Hal tersebut diyakini setelah polisi tidak menemukannya waktu menggeledah rumah perempuan pengacara HAM itu di Jakarta.

“Status itu berlaku sampai yang bersangkutan (Veronica) ditemukan. Selama yang bersangkutan ada di Indonesia, siapa pun anggota Polri yang melihat atau masyarakat yang mengetahui, bisa memberikan informasi pada kepolisian terdekat. Untuk anggota bisa langsung melakukan penangkapan atau upaya paksa,” ujar Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan di Surabaya, Jawa Timur, Jum’at (20/9).

Ratusan orang yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Penegak Hak Asasi Manusia atau APP HAM Kota Surabaya, menggelar aksi unjuk rasa di depan Konsulat Jendral (Konjen) Australia di Jalan Insinyur Soekarno Merr Sukolilo, Surabaya, Jawa Timur. Mereka menuntut agar Australia segera mendeportasi Veronica Koman.

Massa mendesak Konjen Australia untuk segera mendeportasi Veronica Koman, tersangka penyebaran berita bohong atau hoaks dan provokasi kasus Papua di Indonesia. Tersangka Veronica Koman dituntut untuk bertanggung jawab atas ucapan dan provokasinya yang menyebabkan kerusuhan di Papua dan Papua Barat.

 

Veronica Koman dianggap telah melakukan suatu kebohongan publik untuk mendapat simpati internasional terutama dari Australia. Massa meminta tersangka Veronica Koman untuk dihadapkan di meja persidangan hukum secara terbuka dan transparan, agar seluruh mata di dalam negeri maupun internasional melihat bahwa Indonesia memiliki kedaulatan hukum yang berperikemanusiaan, yang mengedepankan prinsip HAM secara berkeadilan.

"Karena Veronica sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditetapkan menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) maka kami meminta pemerintah Australia melalui Konjen Australia ini untuk segera mendeportasi Veronica Koman. Harapannya dengan sudah dideportasi si Veronica dapat segera diadili," terang korlap aksi, Choirul Anam, Jumat (20/9).

Selain itu, massa juga membawa beberapa foto Veronica hingga membentangkan beberapa bendera merah putih. Koordinator aksi, Choirul Anam mengatakan Veronica Koman adalah provokator yang menyebabkan banyak korban jiwa dan harta benda di Papua.

"Bagi kami, melindungi pelaku kejahatan adalah suatu bentuk ketidakpatuhan atas rasa keadilan dalam menegakkan Hak Asasi Manusia. Negara kami akan terus bersuara akan hal ini," pungkasnya. (ARMAN R)

Berita Terkait