Senin, 14 Oktober 2019 | 06:20:17 WIB

Naik Pangkat, Prajurit Lantamal VI Makassar Pakai Baju Dinas Upacara Terjun Ke Laut

Rabu, 9 Oktober 2019 | 09:48 WIB
Naik Pangkat, Prajurit Lantamal VI Makassar Pakai Baju Dinas Upacara Terjun Ke Laut

(FOTO : DISPENLANTAMALVI/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Sejumlah Prajurit Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) VI Makassar dengan mengenakan  Pakaian Dinas Upacara,  terjun ke laut dari gladak kapal perang Kal Birang II.6.62  yang sandar dermaga layang Markas Komando (Mako) Lantamal VI Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa (8/10). Mereka yang berpakaian seragam Khas Pelaut putih-putih seketika menceburkan dirinya ke laut.

Aksi terjun ke laut tersebut sontak menarik perhatian para undangan dan peserta upacara,  pasalnya masih menggunakan pakaian kebesaran Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) warna putih-putih terjun ke laut.

Suasana berubah dan jadi atraksi yang menarik setelah mereka  mengetahui, aksi tersebut adalah sebuah tradisi dikalangan jajaran TNI AL. Mereka yang terjun merupakan prajurit Lantamal VI berpangkat Kopral yang baru saja naik pangkat satu tingkat lebih tinggi. Menceburkan diri ke laut dan merupakan tradisi TNI AL (Voordebog).

"Tradisi ini sebagai ungkapan rasa syukur, terima kasih, dan gembira atas kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi dari sebelumnya," kata Komandan Detasemen Markas (Dandenma) Lantamal VI Makassar Letkol Laut (P) Andik Putro Wibowo, S.Sos.

Dengan bertambahnya pangkat satu tingkat lebih tinggi lanjutnya, dapat memacu semangat dan motivasi dalam melaksanakan tugas, hendaknya selalu meningkatkan diri dengan belajar dan berlatih sehingga tugas-tugas yang diemban dapat dilaksanakan dengan baik.

Menurutnya, Voordebog merupakan tradisi TNI AL dari masa ke masa. Pada momen kenaikan pangkat, prajurit merayakannya dengan terjun ke laut.

Umumnya, "ritual" ini berlaku bagi prajurit TNI AL yang naik pangkat menjadi Kopral Dua (Kopda). Prajurit yang terjun dari dermaga mengenakan pakaian dinas upacara setelah dikukuhkan pangkat barunya. Biasanya, jika upacara berlangsung di kapal perang (KRI), maka prajurit dilemparkan dari haluan ke laut. (ARMAN R)

Berita Terkait