Selasa, 19 November 2019 | 17:57:18 WIB

KPK Desak Koruptor Dikerangkeng di Nusakambangan

Kamis, 17 Oktober 2019 | 07:35 WIB
KPK Desak Koruptor Dikerangkeng di Nusakambangan

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan (tengah). (FOTO: MEDCOM/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendesak koruptor dikerangkeng di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Hal ini menjadi respons terhadap kasus suap pemberian fasilitas atau perizinan keluar Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.
 
"KPK merekomendasikan dibangunnya lapas khusus korupsi di Nusakambangan," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan seperti dilansir Antara, Rabu, 16 Oktober 2019.
 
Menurut dia, ada berbagai pertimbangan terkait pembangunan lapas narapidana korupsi ini. Pertama, penyalahgunaan izin keluar dan berobat dapat berkurang kerena terbatasnya akses keluar Nusakambangan.

Pemindahan napi koruptor juga mengurangi beban dan tekanan petugas lapas karena terbatasnya kunjungan bagi narapidana. Izin kunjungan hanya diberikan kepada keluarga inti narapidana.
 
"Kuasa hukum dapat mengunjungi narapidana hanya apabila menunjukkan alasan yang kuat dengan izin dari pusat," ucap Basaria.
 
Ketiga, langkah ini menghilangkan risiko masuknya barang terlarang seperti alat komunikasi. Sejak di pelabuhan penyeberangan Cilacap, semua pengunjung digeledah. Mereka kembali diperiksa di lapas.
 
"Di lapas maximum security seperti Lapas Besi atau high risk seperti Lapas Batu, seluruh kebutuhan dasar (makanan dan seragam) telah disediakan juga tidak ada laundry atau kantin sehingga menghilangkan alasan untuk menggunakan uang," ungkap Basaria.
 
Terakhir, pembangunan lapas koruptor juga bisa mengoptimalkan pembinaan kepada narapidana. Pasalnya, tak ada perlakuan khusus yang menciptakan kelas elite di dalam lingkungan lapas.
 
Sebelumnya, KPK menetapkan lima tersangka dalam pengembangan kasus pemberian dan penerimaan hadiah atau janji terkait fasilitas atau perizinan keluar Lapas Kelas I Sukamiskin, Bandung. Mereka adalah mantan Kepala Lapas Sukamiskin Wahid Husein (WH) dan Deddy Handoko (DHA), Direktur Utama PT Glori Karsa Abadi Rahadian Azhar (RAZ), napi korupsi Tubagus Chaeri Wardana (TCW), dan mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin (FA).
 
Fuad meninggal saat proses penyidikan berjalan, Senin, 16 September 2019. KPK pun akan fokus pada penanganan perkara keempat tersangka lainnya.

MEDCOM

Berita Terkait