Selasa, 12 November 2019 | 11:12:28 WIB

Perludem: Pemilu Jangan Terkesan Kegiatan Rutin

Kamis, 17 Oktober 2019 | 07:53 WIB
Perludem: Pemilu Jangan Terkesan Kegiatan Rutin

Diskusi bertajuk Dari Pemilu Serentak 2019, menuju Pemilu Serentak 2020. Sebuah evaluasi dan pembelajaran. (FOTO: MEDCOM/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) meminta pemilu jangan hanya sekadar kegiatan rutin. Perlu evaluasi yang matang agar penyelenggaraan pemilu berikutnya berlangsung maksimal.
 
"Pemilu itu bukan sekadar pekerjaan yang sekadar rutin. Jadi selesai pemilu 2019, lalu kita sibuk kembali secara teknis menyiapkan Pilkada 2020, selesai itu kita rekrutmen penyelenggara pemilu, lalu persiapan Pemilu 2024," kata Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini di Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 22 Agustus 2019.
 
Titi mengatakan semua pihak harus duduk bersama mengevaluasi, khususnya penyelenggaraan Pemilu 2019. Tujuannya, agar tidak terjebak kepada rutinitas tersebut.

Menurut dia, pemilu juga harus dijadikan sebagai salah satu instrumen demokrasi. Mulai dari asas pemilu, nilai-nilai, serta, prinsip yang ke depannya memperkuat praktik demokrasi di Indonesia.
 
"Jadi bukan sekadar memilih atau menghasilkan sirkulasi elit setiap lima tahunan, lalu selesai. Kita lanjut lagi dengan agenda berikutnya, tanpa kemudian melakukan perbaikan-perbaikan dan memperkuat esensi demokrasi," jelas Titi.
 
Titi mengingatkan Pemilu 2019 harus dievaluasi secara matang dan mendalam agar menjadi catatan untuk Pilkada 2020. Pilkada tersebut bakal digelar di 270 daerah. Rinciannya, sembilan provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota.
 
"Sehingga bagaimana kita benar-benar mengelola pemilu jadi pemilu yang demokratis bukan sekadar ritual rutin lima tahunan," ujar Titi.

MEDCOM

Berita Terkait