Selasa, 19 November 2019 | 02:50:05 WIB

Dirjen Dukcapil : Krisis Blangko KTP-el

Kamis, 24 Oktober 2019 | 18:04 WIB
Dirjen Dukcapil : Krisis Blangko KTP-el

Ilustrasi - Petugas sedang menunjukan blangko kosong. (FOTO: TRIBUN/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Ditjen Kependudukann dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri menghadapi krisis blangko KTP-el. Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh menyebut pengajuan tambahan anggaran untuk empat juta blangko ditolak Kementerian Keuangan.
 
"Kita cari solusi, yang sudah kita lakukan adalah memotong anggarannya Dukcapil untuk beli blangko," kata Zudan di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Kamis, 24 Oktober 2019.
 
Dia menjelaskan skema pemotongan atau alokasi dana ini. Uang untuk pendidikan, pelatihan, membeli atau menyewa server, dipangkas. Termasuk, biaya pembenahan ruangan digeser semua untuk membeli blangko.

"Geser pos, karena minta ke Menkeu enggak diberi. Jadi kami server tertunda, beli storage tertunda, yang harusnya beli lima beli dua, yang penting masih hidup," kata Zudan.
 
Konsekuensinya, jajaran Dukcapil bekerja semakin keras. Sebelumnya ada sistem yang disewa untuk mengawasi server selama 24 jam. Namun anggaran dipangkas sehingga pengawasan dilakukan manual.
 
'Korban' alokasi blangko lain yakni maintenance pendingin ruangan untuk data center. Fasilitas penunjang itu seharusnya sudah mulai dibenahi, namun harus ditunda.
 
"Artinya kita melakukan mitigasi resiko, karena blangko sangat dibutuhkan, kami menambah dengan mengurangi pos-pos yang di dukcapil yang penting sistemnya masih hidup," kata dia.
 
Dari otak-atik kebutuhan ini, Dukcapil mendapat Rp20 miliar untuk mendapatkan kurang lebih dua juta blangko. Jumlah itu masih kurang. Zudan memperkirakan Dukcapil butuh empat juta keping blangko.
 
"Sisanya pakai surat keterangan, sesuai UU kan suket punya kekuatan yang sah dengan KTP-el, nanti ketika ada blangko baru cetak," kata Zudan.
 
Pada 2020, Dukcapil baru menerima 16 juta keping blangko untuk mencetak KTP-el. Pihaknya telah mengadakan lelang dan menyepakati percetakan blangko melalui e-Catalog.
 
Dia menilai Dukcapil akan terseok di dua bulan terakhir. Sebab di kota-kota besar, blangko telah habis. Zudan pun mengimbau masyarakat tak mudah mengganti KTP-el.
 
"Diharapkan masyarakat yang punya KTP-el pegang dulu, kalau rusak jangan kesusu minta ganti, lalu jangan gampang bilang hilang KTP, kan sekarang banyak orang bilang KTP hilang lalu dengan surat kehilangan bikin KTP baru, cari dulu lah keselip di mana," kata dia.
 

MEDCOM

Berita Terkait