Selasa, 12 November 2019 | 10:57:08 WIB

Setelah Pendidikan Muhadjir Effendy Diminta Urus Kemiskinan

Kamis, 24 Oktober 2019 | 18:23 WIB
Setelah Pendidikan Muhadjir Effendy Diminta Urus Kemiskinan

Menko PMK, Muhadjir Effendy. (FOTO: MI/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Presiden Joko Widodo menunjuk Muhadjir Effendy untuk mengemban tugas baru sebagai Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK). Mantan menteri pendidikan dan kebudayaan ini mengisi pos menteri yang pada kabinet sebelumnnya dijabat Puan Maharani.
 
Mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini selain mengkoordinir bidang pendidikan, juga mendapat tugas tambahan dari Presiden Jokowi untuk mengakselerasi pengentasan kemiskinan."Akan mengawal akselerasi pengentasan kemiskinan, toleransi, solidaritas nasional, dan revolusi mental," kata Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu, 23 Oktober 2019.
 
Muhadjir bersama 33 menteri lainnya diumumkan masuk ke kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin. Pengumuman tersebut dilanjutkan dengan pelantikan.

Di akhir pengumuman nama menteri Jokowi yang didampingi wakil Presiden Ma'ruf Amin berpesan kepada para menteri agar menghindari korupsi dan bertugas dengan produktif. Ia pun menegaskan tidak segan mencopot menteri yang bandel.
 
"Yang enggak serius hati-hari bisa saya copot di tengah jalan" tegasnya.
 
Sebelumnya, sejumlah pekerjaan rumah bidang pendidikan diakui Muhadjir masih belum tuntas, untuk itu estafet tugas itupun akan dilanjutkan kepada menteri baru di kabinet mendatang.
 
“Pekerjaan rumah yang penting adalah pemerataan kualitas pendidikan. Pendidikan yang berkualitas harus diperhatikan,” ujar Muhadjir di Jakarta, Kamis 17 Oktober 2019.
 
Ia mengklaim beberapa program di eranya telah dituntaskan, salah satunya perbaikan infrastruktur pendidikan. Muhadjir meminta program tersebut terus dilanjutkan oleh penerusnya, terutama digitalisasi di dunia pendidikan.
 
Sementara itu posisi Mendikbud yang sebelumnya dijabat Muhadjir, saat ini diamanahkan kepada Pendiri Gojek, Nadiem Makarim.
 
Nadiem Anwar Makarim didapuk menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) yang akan membantu Presiden Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin di Kabinet Kerja Jilid II. Nantinya Nadiem bakal bertugas membuat terobosan baru untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
 
Amanah untuk Nadiem ini sesuai dengan misi pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin yakni membangun SDM unggul. "Akan membuat terobosan-terobosan siginifkan SDM. Menyiapkan SDM siap kerja, siap berusaha link and match pendidikan dan industri" kata Jokowi di Istana Kepresidenan Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu, 23 Oktober 2019.
 

Profil Menko PMK, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P
 
Tempat/tanggal lahir
 
Madiun, Jawa Timur, 29 Juli 1956.

Total kekayaan
 
Rp84.548.815.919. (LKHPN 2018)Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P
 
Pendidikan
 
Sarjana Muda, Fak. Tarbiyah IAIN Malang.
Sarjana Pendidikan Sosial IKIP Malang.
Magister Adminsitrasi Publik (MAP), Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.
Program Doktor Ilmu-Ilmu Sosial, Pascasarjana Universitas Airlangga, Surabaya.
 
Karier
 
1986 Dosen tetap IKIP Malang (sekarang Universitas Negeri Malang).
1984 - 1996 Pembantu Rektor III/bidang kemahasiswaan, Universitas Muhammadiyah Malang.
1996 - 2000 Pembantu Rektor I/bidang akademik, Universitas Muhammadiyah Malang.
2000 - 2004 Rektor Universitas Muhammadiyah Malang.
2004 - 2008 Rektor Universitas Muhammadiyah Malang.
2008 - 2016 Rektor Universitas Muhammadiyah Malang.
2016 - 2019 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia.

MEDCOM

Berita Terkait