Selasa, 12 November 2019 | 11:26:11 WIB

Kapal Barang Indah Bahari Tenggelam Dilaut Sulawesi Utara, Keluarga Waswas

Kamis, 7 November 2019 | 22:27 WIB
Kapal Barang Indah Bahari Tenggelam Dilaut Sulawesi Utara, Keluarga Waswas

(FOTO: RUDI/LINDO)

BITUNG, LINDO - Kapal barang KLM Indah Bahari yang bertolak dari pelabuhan ekpedisi Bitung, Sulawesi Utara, menuju pelabuhan Falabisahaya, Kabupaten Kepulauan Sula, tenggelam di hantam ombak di perairan Sulawesi Utara.

 

Kapal barang tersebut tenggelam pada jarak 75 mil dari daratan. Kapal barang bertolak dari pelabuhan ekspedisi Bitung pada Sabtu (2/11/2019), pukul 20.00 Wib malam.

 

Kapal barang tersebut beranggotakan 4 orang pekerja, dan bermuatan sembako dan bahan bangunan. Empat orang ABK atau korban, ketika kapal barang karam (tenggelam). Mereka menyelamatkan diri dengan berenang menuju rompong ikan (rakit) yang berada di dekat area itu.

 

Wilson Wowor pemilik kapal pada media ini mengatakan dirinya sudah menghubungi cabang ekspedisi Bitung yang terdekat untuk membantu para korban yang sedang minta pertolongan.

 

"Saya sudah menghubungi agen ekpedisi Bitung dan mereka sedang menuju ke desa belang. Desa Belang adalah desa yang jaraknya paling dekat dar lokasi korban mengapung di rompong ikan itu," kata Wilson.

 

Keluarga korban terutama para istri korban, hanya bisa berdoa dan menunggu kabar berita keadaan keluarga atau suami mereka dari pihak pemilik kapal.

 

Pihak korban sempat marah sebab mereka merasa pak Wilson tidak terlalu serius mencari kabar korban. Pada Kamis (7/11/2019), keluarga korban mendatangi Polsek Mangoli Barat bertemu dengan kapolsek.

 

Dari laporan itu, kapolsek langsung mendatangi pak wilson, kata pak wilson sebentar jam 5 sore dia akan beri kabar keadaan korban. Sampai jam 5 sore pun pihak keluarga belum mendapat kabar dan akhirnya mereka kembali mendatangi Polsek Mangoli Barat pada pukul 20.20 Wit untuk menanyakan kepastian keberadaan dan keadaan korban.

 

Hampir terjadi insiden aduh jotos di halaman Polsek oleh pihak keluarga yang menganggap pemilik kapal hanya memikirkan kerugiannya tanpa memikirkan nasib para korban.

 

Keributan itu sempat dilerai oleh pihak kepolisian. Sehingga pukul 20.45 Wit lewat via telepon akhirnya pihak keluarga mendapat kabar dari korban, dan korban 4 orang sudah di angkut pakai pajeko (motor ikan) menuju daratan.

 

Nama-nama korban

1. Mahmud Hambali (Nahkoda)

2. Bukri (ABK)

3. Bahar (ABK)

4. Syahril

Kurang lebih 120 jam para korban mengapung di atas lautan di rompong ikan (rakit).

RUDI UTER

Berita Terkait