Sabtu, 07 Desember 2019 | 13:18:13 WIB

Sampah Plastik Jadi Pembahasan di Kongres Partai NasDem

Senin, 11 November 2019 | 09:24 WIB
Sampah Plastik Jadi Pembahasan di Kongres Partai NasDem

Sidang Komisi Rekomendasi Politik Kongres NasDem juga membahas sampah plastik. (FOTO: HUMAS-NASDEM/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Pembicaraan sampah plastik mengemuka dalam Kongres NasDem. Pada Sidang Komisi Rekomendasi Politik Kongres NasDem, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya memberikan referensi tentang penanganan sampah plastik bagi kader.
 
"Kader partai harus berperan dalam pembangunan, termasuk dalam pengelolaan sampah plastik," kata Siti, Minggu, 10 November 2019.
 
Sidang Komisi Rekomendasi Politik dipimpin Irma S Chaniago, Charles Meikiansyah, dan Vena Melinda. Sidang menghadirkan kader Partai NasDem Siti Nurbaya yang menjabat Menteri LHK. Siti memberikan referensi tentang penanganan sampah plastik.

Siti juga menjelaskan persepsi publik tentang sampah, fakta, dan data sampah serta seputar sampah plastik. Tak terkecuali, perubahan paradigma tata kelola sampah, kebijakan, dan rencana aksi pengelolaan sampah.
 
Di hadapan peserta sidang, Siti meminta koleganya beraktualisasi mengisi pemerintahan dan pembangunan dengan sebaik-baiknya, dengan tepat isu dan tepat sasaran.
 
Siti juga mengajak seluruh kader NasDem untuk ikut mengampanyekan dan mengedukasi masyarakat dalam hal mengurangi sampah plastik. "Demi menjaga lingkungan yang bersih, sehat, dan bernilai," katanya.
 
Selain itu, ia juga mengajak kader NasDem untuk mengampanyekan penerapan komposting sampah organik, bank sampah, dan industri yang menjadikan sampah sebagai sumber daya.
 
Sejak 2016 pemerintah gencar mengurangi sampah plastik. Ini dimulai saat asosiasi ritel Indonesia yang didukung pemerintah menerapkan kebijakan kantong plastik berbayar di hampir seluruh minimarket di tanah air.
 
"Plastik yang digunakan konsumen didapat dengan membayar. Uang dari pembayaran itu digunakan untuk penanganan lingkungan," kata Siti.
 
Perubahan perilaku terjadi berkat kegiatan kampanye dan regulasi pengurangan sampah plastik ini. Sebagai contoh, masyarakat rela membawa tumbler atau tempat minum, tas belanja, hingga sedotan sendiri.
 
Masyarakat juga sudah mulai sadar untuk memilah sampah. "Bahkan di sejumlah daerah, ada bank sampah yang menerima pembayaran tagihan atau pembelian sembako menggunakan sampah plastik,” ucap Siti.
 
Pemerintah juga mendorong pengembangan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa). Hal ini sesuai implementasi Peraturan Presiden No 35 Tahun 2018.
 
Pada tahap awal, PLTSa akan dibangun di 12 kota yang berada di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, Surabaya, Bekasi, Tangerang, Tangerang Selatan, Surakarta, Makassar, dan Bali.

MEDCOM

Berita Terkait