Jumat, 06 Desember 2019 | 14:35:30 WIB

Pengusaha BBM Timbun Puluhan Ton BBM di Gudang Miliknya di Mangoli Barat, Kepulauan Sula

Senin, 11 November 2019 | 23:39 WIB
Pengusaha BBM Timbun Puluhan Ton  BBM di Gudang Miliknya di Mangoli Barat, Kepulauan Sula

Ilustrasi - Tab BBM. (FOTO: IST/LINDO)

SULA, LINDO – Masyarakat Desa Dofa, Kecamatan Mangoli Barat, Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara, merasa resah dengan adanya penimbunan bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin dan solar yang di lakukan oleh pengusaha BBM bernama Ayun Mapal.

Kasus ini sudah berjalan selama enam bulan sejak Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kecamatan Mangoli Barat diresmikan oleh pemerintah setempat.

Setiap mejalankan aksinya, para pengusaha BBM di kecamatan itu sengaja menimbun BBM hingga puluhan ton.

Informasi yang diperoleh dari lokasi gudang penimbunan BBM, sekitar 30 ton BBM Subsidi yang disuplai oleh pertamina ke SPBU Mangoli Barat sebanyak itu guna melayani masyarakat karena BBM tersebut masuk dalam katagori BBM Supsidi dari pemerintah.

Namun prakteknya dilapangan, para pengusaha BBM itu sengaja memainkan peran bisnis kotornya dengan modus menjadi suplayer, yaitu pembeli penimbunan di sebuah gudang penampungan yang pemiliknya beranama Ayun Mapal. Ayun Mapal adalah ayah dari Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara dari Fraksi Golkar Cornelia Mapal.

Praktek kotor ini sengaja dimainkan oleh pelaku Ayun dan melibatkan beberapa orang pegawai SPBU dan oknum pertamina. Setiap penyaluran BBM Subsidi buat masyarakat, para pelaku sengaja memainkan perannya agar bisnis kotor mereka bisa menjangkau disejumlah wilayah di kecamatan lain.

Praktek jual beli dua jenis BBM itu, sangat rapih saat beraksi. Mereka sengaja melibatkan oknum pegawai SPBU dan pegawai pertamina agar kedoknya tidak terhendus oleh masyarakat dan aparat berwajib.

Lantas, yang menjadi permasalahan adalah, bagaimana jika terjadi penimbunan sebelum masyarakat terlayani BBM. Penimbunan BBM jelas merupakan perbuatan untuk menguntungkan orang atau kelompok tertentu sehingga penimbunan BBM merupakan pelanggaran hukum.

Ketentuan sanksi Penimpunan BBM terdapat pada UU No. 1 tahun 1953 tentang Penetapan UU Darurat Tentang Penimbunan Barang kemudian UU No. 22 tahun 2001 tentang Migas.

Sanksi pidana sehubungan penimbunan BBM adalah sekurang-kurangnya 6 tahun Penjara (Pasal 5 UU No. 1 tahun 1953).

Sementara, Pasal 53 UU No. 22 tahun 2001 tentang Migas menyatakan setiap orang yang kedapatan melakukan penyimpanan BBM tanpa izin usaha penyimpanan, dipidana 3 tahun penjara dan denda maksimal 30 Miliar.

Oleh karena itu, jika hal ini tidak dilaporkan pada aparat berwajib atau melaporkan pada pihak Pertamina, maka aksi penimbunan BBM di daerah itu terus akan berlanjut.  Dan polisi harus memberikan jaminan agar tidak terjadi penimbunan BBM.

Langkah pengawasan, baik dari kepolisian dan masyarakat pun harus digerakkan. Masyarakat dapat melaporkan adanya dugaan penimbunan BBM tersebut kepada Pihak Kepolisian setempat. Dan dengan jabatan yang diembannya, Kepolisian harus melakukan penyidikan atas laporan masayarakat tersebut dan meyeret pelakunya ke Pengadilan.

Harga BBM 2019

Untuk harga BBM terkini yang berlaku sejak perubahan terbaru termasuk harga Pertamax, Pertalite, Premium dan Solar pada 4 November 2019 adalah sebagai berikut.

Jenis

Harga Terbaru (per liter)

Harga Sebelumnya (Per liter)

Pertamax

Rp 9.850

Rp 10.200

Pertamax Turbo

Rp 11.200

Rp 12.000

Pertamina Dex

Rp 11.700

Rp 11.750

Premium

Rp 7.000

Rp 6.550

Pertalite

Rp 7.650

Rp 7.800

Dexlite

Rp 10.200

Rp 10.300

Bio Solar

Rp 9.800

Rp 9.800

Sumber : www.pertamina.com
 

* Harga diatas berdasarkan harga bbm non subsidi
* Harga Premium di Luar Jawa Madura Bali (Jamali) Rp 6.450/liter

Untuk perbandingan, Anda dapat juga cek harga bahan bakar minyak dari Shell terkini sebagai berikut:

Jenis

Harga Terbaru (per liter)

Harga Sebelumnya (Per liter)

Shell Super

Rp 10.250

Rp 9.950

Shell V-Power

Rp 11.600

Rp 11.500

Shell Diesel

Rp 12.100

Rp 12.400

Shell Regular

Rp 9.900

Rp 9.750

Sumber : www.shell.co.id

 

RUDY/ALDY

Berita Terkait