Rabu, 18 Juli 2018 | 17:47:26 WIB

Menghormati Jasa Pahlawan, Jalan Prapatan Diganti Menjadi Jalan “Prajurit KKO Usman dan Harun”

Jum'at, 19 Februari 2016 | 14:38 WIB
Menghormati Jasa Pahlawan, Jalan Prapatan Diganti Menjadi Jalan “Prajurit KKO Usman dan Harun”

Dankormar Mayjend TNI Mar Buyung Lalana dan Wagub DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat meresmikan perubahan nama Jalan Prapatan menjadi jalan Jalan Prajurit KKO Usman dan Harun. (FOTO : DISPENKORMAR/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Nama Usman dan Harun, dua nama Pahlawan Nasional dari Korps Komando Angkatan Laut-KKO AL (sekarang Korps Marinir) diabadikan namanya untuk mengganti nama jalan Prapatan, di depan Markas Komando Korps Marinir (Mako Kormar), Jakarta Pusat, Jumat (19/2).
 
Penggantian nama Jalan yang sebelumnya Jalan Prapatan menjadi Jalan Prajurit KKO Usman dan Harun tersebut, diresmikan dalam suatu upacara militer dipimpin langsung Wagub DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, mewakili Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan melibatkan ratusan prajurit dan sejumlah kendaraan tempur Korps Marinir Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL), di lapangan apel Mako Kormar.
 
Peresmian perubahan nama jalan yang terletak di antara persimpangan Tugu Tani sisi utara sampai dengan persimpangan Senen, Jakarta Pusat tersebut ditandai dengan penekanan tombol sirine dan pembukaan selubung nama jalan Prajurit KKO Usman dan Harun, yang disaksikaan Komandan Korps Marinir TNI AL Mayor Jenderal TNI (Mar) Buyung Lalana, para pejabat utama Korps Marinir TNI AL, sejumlah pejabat TNI dan Polri, sejumlah pejabat Pemerintah Daerah DKI Jakarta, para undangan, serta masyarakat Jakarta.
 
Wagub Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan, Jalan “Prajurit KKO Usman dan Harun” memiliki panjang sekitar 1.050 meter dan lebar sekitar 10 meter sebagai pengganti nama Jalan Prapatan, mengingat di jalan tersebut terdapat Markas Komando Korps Marinir (Mako Kormar).
 
"Apalagi jika mengingat perjuangan keduanya sebagai prajurit KKO AL (Korps Komando TNI AL) yang sekarang bernama Korps Marinir TNI AL, keduanya lantas dianugerahi gelar pahlawan berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 050/TK/Tahun 1968 tanggal 17 Oktober 1968 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan dan Tanda kehormatan Bintang Sakti," jelas Wagub DKI Jakarta.
 
Sementara itu lanjutnya, dari sisi hukum dan perizinan, perubahan nama jalan ini telah sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur Nomor 758 tahun 2013 tanggal 13 Mei 2013 yang menetapkan Nama Jalan Prajurit KKO Usman dan Harun mengantikan nama Jalan Prapatan berdasarkan hasil penelitian administrasi terhadap surat permohonan Komandan Korps Marinir tanggal 28 November 2012 Nomor B/1614/XI/2012 dan rekomendasi dari Walikota Jakarta Pusat Nomor 54/1.792.1 tanggal 14 Januari 2013.
 
Selain menjadi nama Jalan, kata Djarot Saiful Hidayat, pemerintah juga telah mengabadikan nama Sersan KKO Janatin alias Usman bin Haji Muhamad Ali dan Kopral KKO Tohir alias Harun bin Said menjadi nama Kapal Perang RI yaitu “KRI Usman-Harun”.

Sementara itu Kasubdis Penum Dinas Penerangan (Dispen) Korps Marinir Mayor Mar Sutrisno mengatakan, pemilihan nama jalan "Prajurit KKO Usman dan Harun" merupakan referensi dari Sejarawan Prof DR Anhar Gonggong.

Berita Terkait