Kamis, 19 April 2018 | 16:56:07 WIB

Cegah Penyalahgunaan Narkoba, Satlinlamil Surabaya Gandeng BNN Jatim Adakan Penyuluhan Narkoba

Sabtu, 20 Februari 2016 | 23:05 WIB
Cegah Penyalahgunaan Narkoba, Satlinlamil Surabaya Gandeng BNN  Jatim Adakan Penyuluhan Narkoba

Suasana Prajurit Satlinlamil Surabaya mendapatkan penyuluhan narkoba. (FOTO : DISPENKOLINLAMIL/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Dalam rangka mencegah penggunaan narkoba dikalangan prajurit, jajaran Satuan Lintas Laut Militer (Satlinlamil) Surabaya menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Timur (Jatim) dengan mengadakan penyuluhan tentang Narkoba, yang berlangsung di geladak Kapal Republik Indonesia (KRI) Teluk Bintuni 520, Surabaya (Jawa Timur), Jumat (19/2).
 
Acara penyuluhan tentang Narkoba ini dihadiri Komandan Satlinlamil Surabaya Kolonel Laut (P) Tedjo Sukmono, Komandan Unsur KRI, perwira staf maupun perwira unsur dan seluruh prajurit Satlinlamil Surabaya, serta menghadirkan penceramah dr. Singgih Widi Pratomo, Agus Khoirul Huda, Krisna Prabowo  dan Choirudin dari BNN Provinsi Jawa Timur (Jatim).
 
"Penyuluhan ini merupakan usaha preventif dalam mencegah peredaran Narkoba sehingga sangatlah bernilai positif dan bermanfaat bagi kita dan keluarga maupun organisasi agar terhindar dari bahaya Narkoba," terang Kolonel Laut (P) Tedjo Sukmono.
 
Ke depan lanjutnya, penyuluhan ini akan rutin dilaksanakan sebagai salah satu usaha Satlinlamil Surabaya membendung peredaran Narkoba dikalangan prajurit Satlinlamil Surabaya.
 
Saat ini kata Kolonel Laut (P) Tedjo Sukmono, pemerintah menerapkan kondisi darurat Narkoba, karena berdasarkan data BNN, setiap harinya sebanyak 30 hingga 50 jiwa tewas yang disebabkan Narkoba dan pengguna Narkoba di Indonesia telah mencapai empat juta jiwa dengan rentang usia 10 hingga 59 tahun.

Oleh karenanya, sesuai dengan tema “Keluarga Besar Kolinlamil Bersih dari Narkoba” maka seluruh prajurit beserta keluarga besar Kolinlamil agar menjauhi segala hal yang berkaitan atau menyangkut tentang Narkoba.
 
Sedangkan dalam ceramahnya, dr. Singgih Widi Pratomo menjelaskan mengenai jenis-jenis Narkoba yang beredar dimasyarakat, efek dan dampaknya, jumlah pengguna Narkoba, serta modus operandinya.

Selain Narkoba, istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) adalah NAPZA (Narkotika, Psikotropika dan Zat adiktif lainnya).

Semua istilah ini sebenarnya mengacu pada sekelompok zat yang umumnya mempunyai risiko berbahaya yaitu kecanduan.  Dalam penyuluhan tersebut juga ditayangkan film tentang pencegahan, pemberantasan dan dampak dari pengguna Narkoba.
 
Guna menjalin kerjasama yang baik antara kedua instansi tersebut, Komandan Satlinlamil Surabaya Kolonel Laut (P) Tedjo Sukmono memberikan cenderamata kepada Tim BNN Provinsi Jawa Timur berupa plakat Satlinlamil Surabaya dan KRI Bintuni 520 serta topi.
 
Pada akhir acara, dilaksanakan pengambilan sampel urine secara acak dari 50 personel jajaran Satlinlamil Surabaya, baik staf maupun unsur di ruang kesehatan KRI Teluk Bintuni 520.

Berita Terkait