Sabtu, 18 November 2017 | 18:57:38 WIB

Pemerintah DKI Terapkan Plastik Berbayar ke Pasar Tradisional

Selasa, 23 Februari 2016 | 09:15 WIB
Pemerintah DKI Terapkan Plastik Berbayar ke Pasar Tradisional

Konsumen membawa barang yang telah dibeli menggunakan kantong plastik di salah satu minimarket di Palmerah, Jakarta, Minggu (22/2). (FOTO: ANT/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Pemerintah DKI Jakarta berencana menyasar pasar tradisional terkait penggunaan kantong plastik berbayar. Hal tersebut bagian dari edukasi masyarakat DKI Jakarta dalam mengurangi sampah plastik yang sulit diurai.

Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Isnawa Adji mengatakan, Pemerintah DKI Jakarta tidak hanya menyasar ritel menegah dan besar. Pasar tradional, kata dia, akan menjadi target pengurangan ketergantungan kantong plastik.

"PD pasar Jaya sudah membuat plastik seperti plastik biodegradable, tentu harganya lebih mahal sedikit. Yang disasar tidak hanya pasar ritel menengah atau besar tetapi pasar tradisional juga sudah memulai pelastik berbayar. Ini agar betul-betul mengurangi penggunaan plastik, karena berdampak pada limbah sampah di DKI," kata Isnawa dalam acara Trending Topic, Metro TV, Senin (23/2) malam.

Isnawa menjelaskan, sampah DKI Jakarta dalam satu hari terhitung mencapai 6.500 ton hingga 6.700 ton. Menurut dia, sekitar 45 persen sampah tersebut ialah sampah anorganik.

"14 persen dari 45 persen tersebut adalah plastik. Artinya dalam satu hari sampah plastik ada sekitar 400 sampai 450 ton dan tidak terurai," jelasnya.

Pemprov DKI saat ini masih membahas besaran harga plastik yang harus dibayar pelanggan. Pemprov, kata dia, masih mensosialisasikan plastik berbayar ini. Selain itu, lanjut dia, koordinasi dengan dinas terkait pun segera dilakukan.

"Pabrik-pabrik (plastik) yang belum biodegradable juga harus beralih dengan plastik ramah lingkungan. Saya yakin dari  Dinas Koperasi UKM, Dinas PD Pasar tentu segera melakukan percepatan untuk menggerakan kantong plastik berbayar ini di DKI Jakarta," papar dia.

Isnawa menambahkan, kampanye plastik berbayar guna mengurangi dampak kerusakan lingkungan in pun akan terus dilakukan. Pemprov DKI, lanjut Isnawa, akan mendorong masyarakat agar bisa mengurangi jumlah sampah plastik yang tidak dapat terurai.

"Di DKI sudah ada 400 bank sampah, mereka memilah sampah basah dan kering, salah satunya ialah memilah plastik tersebut. Ini bagian dari upaya mereduksi plastik tersebut. Kita berharap gerakan plastik ini tidak berhenti di tengah jalan. Pada saat semua warga Jakarta peduli dengan masalah sampah, harus kita support sehingga ke depan volume sampah kami bisa kita kurangi dari 450 ton sampah plastik per hari," ucap dia. (ANT)

EDITOR : EDITOR: ALDY M

Berita Terkait

Baca Juga