Kamis, 19 Juli 2018 | 08:44:13 WIB

Harga Emas Tertekan oleh Penguatan Dolar AS

Rabu, 2 Maret 2016 | 09:21 WIB
Harga Emas Tertekan oleh Penguatan Dolar AS

Ilustrasi - Harga emas menurun. (FOTO: IST/LINDO)

CHICAGO, LINDO - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange turun pada Selasa (Rabu pagi WIB), karena pasar ekuitas AS berbalik naik tajam dan dolar AS juga menguat.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman April turun 3,6 dolar AS, atau 0,29 persen, menjadi 1.230,80 dolar AS per ounce.

Logam mulia berada dalam tekanan ketika Dow Jones Industrial Average naik 325 poin atau 1,97 persen pada pukul 17.40 GMT. Analis mencatat bahwa ketika ekuitas membukukan kerugian, logam mulia biasanya naik karena investor mencari aset-aset "safe haven".

Indeks dolar AS, yang mengukur dolar terhadap sekeranjang mata uang utama, naik 0,26 persen menjadi 98,41 pada pukul 17.40 GMT. Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah.

Sebuah laporan yang dirilis oleh Institute for Supply Management (ISM) juga menempatkan tekanan pada logam mulia. Indeks manufaktur ISM membukukan kenaikan 1,3 ke tingkat 49,5, lebih baik dari yang diharapkan.

Para analis percaya laporan itu dapat berkontribusi terhadap pandangan lebih optimistis tentang perekonomian AS, sehingga meredam permintaan "safe haven" untuk emas.

Pedagang akan mengawasi data ekonomi lebih banyak yang keluar akhir pekan ini. Laporan tenaga kerja ADP akan dirilis pada Rabu, klaim mingguan pengangguran pada Kamis, serta perdagangan internasional dan data pekerjaan utama akan dilaporkan pada Jumat.

Para analis berpendapat bahwa meskipun berita positif untuk ekuitas AS pada Selasa, penundaan kenaikan suku bunga Federal Reserve AS tetap tak terelakkan karena ketidakstabilan ekonomi global.

Sebelum Ketua Fed Janet Yellen berpidato di hadapan Kongres AS pada 10 Februari, bank sentral mengisyaratkan bahwa masih bisa menaikkan suku pada Maret.

Namun, Yellen kemudian bersaksi kepada Kongres bahwa kenaikan suku bunga akan dilakukan secara bertahap, banyak analis percaya bahwa kenaikan suku bunga berikutnya, dari tingkat 0,50 persen ke tingkat 0,75 akan terjadi jauh di akhir tahun.

Pedagang bertaruh, di awal, bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga 0,50 persen ke 0,75 persen selama pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) April.

Menurut alat Fedwatch CMEGroup, probabilitas tersirat saat ini untuk kenaikan suku bunga dari 0,50 persen ke 0,75 persen berada di 19 persen pada pertemuan April 2016 dan 35 persen pada pertemuan Juni 2016.

Perak untuk pengiriman Mei turun 16,2 sen atau 1,09 persen, menjadi ditutup pada 14,756 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April naik 2,4 dolar AS atau 0,26 persen, menjadi ditutup pada 936,70 dolar AS per ounce, demikian Xinhua. (ANT)

Berita Terkait