Selasa, 24 April 2018 | 15:43:07 WIB

Kolinlamil Fasilitasi Penyerahan Kapal Perang BHO Canggih Dari Kemenhan Kepada TNI AL

Selasa, 15 Maret 2016 | 19:29 WIB
Kolinlamil Fasilitasi Penyerahan Kapal Perang BHO Canggih Dari Kemenhan Kepada TNI AL

Kasal Laksamana TNI Ade Supandi meninjau buku - buku Nautika produk Dinas Hidro-Oceanografi TNI AL. (FOTO : DISPENKOLINLAMIL/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) memfasilitasi penyerahan dua kapal perang jenis OSV (Oceanographic Offshore Support Vessel) atau BHO (Bantu Hidro Oseanografi) yang pembangunannya dilaksanakan oleh galangan kapal OCEA di Perancis, yaitu KRI Rigel-933 dan KRI Spica-934 yang berfungsi sebagai kapal survei, di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (15/3).
 
Dua kapal canggih yang nantinya akan digunakan dalam mendukung pelaksanaan tugas Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya dalam melaksanakan SAR (Search and Rescue) laut, bilamana terjadi kecelakaan di laut dan membutuhkan pendeteksian obyek-obyek tertentu di laut kedalaman.

KRI Rigel-933 dan KRI Spica-934 diserahterimakan oleh Sekjen Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Laksdya TNI Widodo mewakili Menteri Pertahanan (Menhan) Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu yang diserahkan kepada Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi, yang kemudian dipergunakan untuk memperkuat armada Dinas Hidro-Oseanografi Angkatan Laut (Dishidros).
 
Penyerahan dua kapal survei ini dilaksanakan dalam suatu upacara militer yang dipimpin Inspektur Upacara (Irup) Kasal Laksamana TNI Ade Supandi, dengan pasukan upacara gabungan dari prajurit Kolinlamil dan Dinas Hidro-Oceanografi.

Dalam upacara yang juga dihadiri Kasum TNI Laksdya TNI Didit Herdiawan, pejabat Mabes TNI, pejabat Pangkotama TNI AL di Jakarta, perwakilan pejabat TNI AD dan perwakilan pejabat Polri.

Kolinlamil dalam kegiatan ini memfasilitasi seluruh kegiatan seremoni yang khusus dilaksanakan untuk terselenggaranya acara penyerahan dua kapal perang jenis MPRV (Multi Purpose Research Vessel), yang merupakan sejarah baru di jajaran kapal-kapal TNI AL dalam memodernisasi armada kapal, khususnya kapal survei hidro-oseanografi.

Selain memiliki lokasi yang strategis, Kolinlamil selalu menjadi tempat untuk berbagai kegiatan protokoler yang terkait dengan kemaritiman.
 
Dengan kehadiran kapal perang jenis Bantu Hidro-Oseanografi (BHO) yang diberi nama KRI Rigel dengan nomor lambung 933 dan KRI Spica dengan nomor lambung 934, akan memperkuat kapal survei lainnya yang dimiliki Dinas Hidro-oseanografi TNI Angkatan Laut seperti KRI Dewa Kembar-932, KRI Louser-924, KRI Pulau Rote-721, KRI Pulau Romang-723, KRI Pulau Rempang-729, KAL Aries dan KAL Vega.

Kapal tersebut menyelenggarakan pembinaan fungsi dan pelaksanaan kegiatan Hidro-oseanografi yang meliputi survei, penelitian, pemetaan laut, publikasi, penerapan lingkungan laut dan keselamatan navigasi pelayaran, baik untuk kepentingan TNI maupun umum.
 
KRI Rigel-933, adalah kapal perang jenis Bantu Hidro-Oseanografi (BHO) tercanggih se-asia ini dibangun di Prancis, dibangun berdasarkan kontrak pengadaan kapal BHO yang dilaksanakan oleh Kemenhan dengan pihak galangan OCEA Perancis, terbuat dari aluminium dengan bobot 560 ton dengan dimensi panjang 60,1 meter dan lebar 11,5 meter.

Kapal itu dilengkapi dengan peralatan AUV (Autonomous Underwater Vehicle) yang berfungsi melaksanakan pencitraan bawah laut sampai dengan kedalaman 1000 meter dan mengirimkan kembali data secara periodik ke kapal utama dalam hal ini kapal BHO.

Selain itu, juga dilengkapi dengan ROV (Remotely Operated Vehicle), SSS (Side Scan Sonar), Laser Scaner untuk mendapatkan gambaran daratan, AWS (Automatic Weather Station), Echosounder Multibeam laut dalam dan Singlebeam, Peralatan CTD (Conductivity Temperatureand Depth), Gravity Corer, kelengkapan Laboratorium serta kemampuan survei perikanan.
 
KRI ini merupakan kapal survei dan pemetaan yang cukup canggih karena dilengkapi dengan peralatan survei hidro-oseanografi terbaru yang dapat digunakan untuk pengumpulan data sampai dengan laut dalam.
 
Sebagai elemen inti dari fitur kapal ini, adalah perlengkapan penunjang misi oseanografi, seperti KRI Rigel-933 dilengkapi perangkat single beam echo sounder jenis Kongsberg’s EA600 dan multibeam systems EM2040 dan EM302.

Lebih canggih lagi, setiap OSV dibekali Autonomous Underwater Vehicle (AUV) tipe Kongsberg Maritime’s Hugin 1000.  Perangkat yang kerap disebut ROV (Remotely Operated Vehicle) ini sanggup mengemban misi survei bawah air hingga kedalaman 1.000 meter.
 
 

Berita Terkait