Selasa, 23 Januari 2018 | 04:38:22 WIB

Cegah Penyakit Masyarakat, Bupati Ponorogo Tolak Ijin Karaoke

Kamis, 17 Maret 2016 | 17:55 WIB
Cegah Penyakit Masyarakat, Bupati Ponorogo Tolak Ijin Karaoke

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni memberikan keterangan pada wartawan di Ponorogo, Jawa Timur. (FOTO: MUH NURCHOLIS/LINDO)

PONOROGO, LINDO - Tekad Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, untuk mengurangi tingginya penyakit masyarakat dan mencegah tindak kriminalitas terus diupayakan. Salah satunya Pemkab Ponorogo tidak akan memberikan ijin pendirian tempat hiburan atau karaoke.

Hal itu disampaikan Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni disela-sela peletakan batu pertama Masjid Al Ikhlas di Kompleks Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Ponorogo, Selasa (15/3). Ipong merasa prihatin dengan tingginya penyakit masyarakat yang setelah ditelusuri berasal dari tempat-tempat hiburan.

Pihaknya akan terus melakukan penertiban tempat hiburan malam atau karaoke yang ada di Ponorogo. "Saat ini secara rutin kami sudah lakukan penertiban tampat hiburan dari segi perijinan, artinya tempat tersebut ijinya resmi untuk karaoke atau rumah makan, akan kita pertegas peruntukannya untuk apa harus jelas dan sesuai atau tidak," terangnya.

Ipong menambahkan, Pemkab Ponorogo secara tegas tidak akan memberikan ijin baru terhadap pendirian karaoke atau tempat-tempat hiburan lainnya. "Kami tolak ijin pendirian karaoke atau tempat hiburan sambil menunggu Perda tentang penertiban karaoke dan rumah hiburan," bebernya.

Menurutnya, saat ini Perda sudah diproses ke Pemprop Jatim menunggu perbaikan. "Sambil menunggu Perda baru, kami tegaskan tidak akan memberikan ijin apapun terkait karaoke atau tempat hiburan," urainya.

Pihaknya juga membantah isu Pemkab Ponorogo memberikan ijin karaoke di Kecamatan Jenangan. "Belum ada ijin apapun terkait pendirian karaoke di Jenangan, sementara kita tolak sambil menunggu Perda," jelasnya.

Ipong juga prihatin atas beberapa musibah atau lakalantas yang disebabkan karena mengonsumsi miras dan usai pesta miras dari tempat karaoke. "Anggota Satpol PP kita sangat terbatas, cuma 29 petugas, nggak mungkin bisa mengawasi maksimal. Makanya kita meminta bantuan TNI, Polri supaya membantu memback up tenaga Satpol PP sehingga Kamtibmas Ponorogo bisa terjaga baik," tukasnya. (MUH NURCHOLIS)

Berita Terkait