Jumat, 24 November 2017 | 19:54:52 WIB

Presiden Minta Semua Komponen Bangsa Ramai Bekerja

Sabtu, 19 Maret 2016 | 13:23 WIB
Presiden Minta Semua Komponen Bangsa Ramai Bekerja

Gubernur Jatim Soekarwo beserta istri menyambut kedatangan Presiden RI Joko Widodo beserta ibu negara di Lapangan Udara Iswahyudi Madiun, Jawa Timur. (FOTO: IST/LINDO)

MOJOKERTO, LINDO - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan keinginannya agar semua komponen bangsa ini ramai dalam bekerja bukan ramai dalam berdebat.

"Kita ini senangya ramai debat, saya ingin ubah menjadi ramai kerja, kalau diterus-teruskan ramai debat, gak rampung-rampung pekerjaan kita," kata Presiden Jokowi dalam sambutannya saat peresmian Jalan Tol Mojokerto-Surabaya sesi IV Krian-Mojokerto di Mojokerto, Sabtu (19/3).

Presiden mencontohkan Proyek KA Cepat Jakarta-Bandung sepanjang 150 km yang ramai diperdebatkan.

"KA cepat di Tiongkok itu sudah mencapai 16.500 km, kita baru Jakarta-Bandung 150 km sudah ramai," kata Jokowi dalam acara yang dihadiri Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Rini Soemarno, Seskab Pramono Anung dan Wagub Jatim Saifullah Yusuf.

Presiden Jokowi meresmikan pengoperasian jalan tol itu dengan menekan sirine dan melintasi jalan itu dengan melewati gerbang tol untuk mengambil kartu tol.

Presiden Jokowi menyebutkan Indonesia saat ini memang ingin berkonsentrasi pada dua hal besar pertama adalah deregulasi, kedua pembangunan infrastruktur.

"Kenapa? deregulasi dilakukan agar ada kecepatan bertindak dalam melaksanakan pembangunan. Kita sekarang ada 42.000 peraturan baik perpres, PP, permen dan peraturan lainnya," katanya.

Menurut Presiden, hal itulah yang menghambat sehingga dalam memutuskan dan bertindak di lapangan.

Presiden menyebutkan pembangunan infrastruktur di Indonesia sangat terlambat. Di Tiongkok, jalan tol mencapai 60.000 km, bertambah 4.000-5000 km setiap tahunnya. Sementara Indonesia dari merdeka hingga saat ini baru punya 840 km.

"Karena itu saya beri target ke menteri dalam 5 tahun minimal 1.000 km. Saya hitung Insya Allah itu tercapai, saya pastikan lebih, tapi itu masih kecil," katanya.

Ia menyebutkan Jalan Tol Mojokerto-Surabaya sudah dimulai pembangunannya sejak 21 tahun lalu dan baru saat ini bisa diresmikan.

"Saya berterima kasih karena masalah pembebasan dapat diselesaikan. Saya targetkan tahun depan jalan tol 36 km ini sudah nyambung, saya akan ikuti terus perkembangannya," katanya.

Jalan Tol Mojokerto-Surabaya merupakan bagian dari Jalan Tol TransJava. Presiden minta agar jalan tersebut sudah terhubung dari Merak hingga Surabaya pada 2018. (ANT)

EDITOR : EDITOR: ALDY M

Berita Terkait

Baca Juga