Selasa, 22 Mei 2018 | 11:28:36 WIB

Cegah Kejahatan Di Laut, Tim WFQR Lantamal IV Tanjungpinang Gencar Laksanakan Sosialisasi Dan Pressuring

Minggu, 20 Maret 2016 | 13:40 WIB
Cegah Kejahatan Di Laut, Tim WFQR Lantamal IV Tanjungpinang Gencar Laksanakan Sosialisasi Dan Pressuring

Komandan Lantamal IV Tanjungpinang Laksma TNI S.Irawan (tengah) bersama jajarannya. (FOTO : DISPENLANTAMALIV/LINDO)

TANJUNGPINANG, LINDO - Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) IV Tanjungpinang setelah berhasil menekan tingkat kejahatan di wilayah perairan Kepulauan Riau (Kepri) khususnya di Selat Malaka hingga pada titik nol.

Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) IV Tanjungpinang Laksma TNI S.Irawan mengatakan, tugas Lantamal IV Tanjungpinang selanjutnya adalah melakukan sosialisasi dan pressuring serta pemberdayaan masyarakat pesisir, melalui tim-I Kejahatan dan Kekerasan Laut (Jatanrasla), di Tanjung Batu yang dipimpin oleh Paurlid Sintel Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Tanjung Balai Karimun (TBK) Letda Laut (P) Panca, Jumat (18/3).

"Maksud dan tujuan dilaksanakannya sosialisasi dan pressuring terhadap komunitas nelayan Tanjung Batu, untuk memberikan pemahaman hukum, batas wilayah, pelestarian lingkungan, navigasi dan himbauan untuk tidak melakukan kegiatan-kegiatan illegal seperti kejahatan dan kekerasan dilaut, karena hal ini sangat merugikan kapal-kapal pengguna jalur laut khususnya Selat Malaka dan dapat mencoreng nama bangsa Indonesia di mata dunia Internasional," terang Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) IV Tanjungpinang Laksma TNI S. Irawan.

Tindakan yang dilakukan WFQR IV Tim-I Kejahatan dan Kekerasan Laut (Jatanrasla) lanjutnya, untuk mendata perahu-perahu pancung dan memberikan tanda cat khusus dan nomor pada lambung untuk memudahkan identifikasi atau mengenal kepemilikan boat pancung tersebut, karena disinyalir para pelaku tindak kejahatan di laut, khususnya di wilayah Kepri selalu menggunakan sarana boat pancung untuk melakukan tindak kejahatan di laut.

Menurutnya, tindakan yang sama, juga dilakukan oleh tim-I Jatanrasla (Kejahatan dan Kekerasan Laut) Western Fleet Quick Response (WFQR) IV di Batam, dengan turun membaur dengan masyarakat memberikan sosialisasi dan pressuring kepada tekong boat pancung di P. Belakang Padang terhadap 20 orang bertempat di dermaga boat pancung Sekupang Batam pada Jumat (18/3).

Di samping itu, tim Jatanrasla WFQR IV mengadakan pendekatan kepada sejumlah tokoh masyarakat, agar terus menjaga dan mempertahankan situasi perairan Kepri, khususnya Selat Malaka dan menghimbau kepada warganya agar tidak lagi turun ke laut melakukan kegiatan kejahatan dan kegiatan illegal lainya.

"Lantamal IV sedang mencari formulasi yang tepat dan bekerjasama dengan jajaran Pemerintah Daerah (Pemda) setempat yang ada di seluruh wilayah Kepri untuk memberdayakan masyarakat kita yang bermukim di pesisir, untuk meningkatkan tarap hidup mereka agar mereka tidak turun ke laut melakukan kegiatan-kegiatan illegal dilaut seperti kejahatan dan kekerasan di laut.  Hal ini merupakan tugas semua komponen stake holder yang ada di Kepri, sehingga tidak ada kesenjangan ekonomi," papar Komandan Lantamal IV Tanjungpinang.

Berita Terkait