Sabtu, 21 Oktober 2017 | 15:50:50 WIB

Prajurit Kolinlamil Dilarang Selfie Dengan Atribut Kedinasan

Senin, 11 April 2016 | 16:01 WIB
 Prajurit Kolinlamil Dilarang Selfie Dengan Atribut Kedinasan

Kadiskum Kolinlamil Kolonel Laut (KH) Danny Zulkarnaen, saat memberikan pengarahan Upacara Bendera Senin jajaran Kolinlamil. (FOTO : DISPENKOLINLAMIL/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Menindaklanjuti imbauan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Kepala Dinas Hukum (Kadiskum) Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Kolonel Laut (KH) Danny Zulkarnaen, mengingatkan jajaran Kolinlamil untuk berhati-hati melakukan Self Potrait (Selfie), apalagi saat menggunakan atribut kedinasan, termasuk Selfie di Markas Komando ataupun Kapal perang yang kemudian di up-load lewat Media Sosial (Medsos).
 
Imbauannya sudah jelas, pimpinan TNI/TNI AL melarang dengan tegas aktifitas komunikasi menggunakan Medsos dengan menggunakan ataupun memamerkan atribut kedinasan yang dapat berdampak negatif di kalangan prajurit, seperti ketersinggungan, transparansi berlebihan atau sikap kontraproduktif terhadap dinas.
 
“Kadang-kadang prajurit yang hobi berbagi kebahagiaan melakukan Selfie saat sedang layar dengan memposting ke Medsos misalnya facebook dengan menulis status di foto tersebut “Sedang Serpas atau layar”.  Tentu hal ini secara tidak langsung membuka kegiatan TNI yang tentu dapat berdampak negatif bagi kegiatan yang bersifat rahasia,” terang Kolonel Laut (KH) Danny Zulkarnaen saat memimpin Apel bendera bersama prajurit dan PNS jajaran Kolinlamil di Lapangan Apel Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (11/4).
 
Meski aturan soal ini tengah digodok, namun ia menegaskan larangan ini berlaku bagi semua prajurit TNI secara umum dan khususnya jajaran Kolinlamil untuk tidak melakukan selfie dengan atribut kedinasan atau latar belakang kedinasan bisa dianggap membocorkan rahasia negara dan sebagai pelanggaran disiplin.
 
Beberapa ketentuan yang perlu dipahami, dipedomani dan dilaksanakan prajurit jajaran Kolinlamil dalam penggunaan sarana media sosial kata Kolonel Laut (KH) Danny Zulkarnaen, antara lain adalah agar prajurit tidak menggunakan Medsos sebagai alat posting yang bersifat menentang kebijakan pemerintah maupun pimpinan TNI/TNI AL.
 
“Prajurit Kolinlamil agar tidak mempublikasikan kegiatan atau aktifitas pribadi yang bersifat dinas.  Selanjutnya prajurit dilarang memberikan komentar dalam Medsos terhadap situasi dan kondisi Ipoleksosbud Milhan yang berkembang yang justru dapat membawa kerugian dan merusak citra institusi TNI/TNI AL,” tegasnya.
 
 
 

EDITOR : ARMAN R

Berita Terkait

Baca Juga