Kamis, 24 Mei 2018 | 22:30:42 WIB

Status Mantan Kadis Pendidikan Malut Jadi Tahanan Kota dan Dicekal

Senin, 11 April 2016 | 19:31 WIB
Status Mantan Kadis Pendidikan Malut Jadi Tahanan Kota dan Dicekal

Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran (Dikjar) provinsi Maluku Utara, Imran Yakub. (FOTO: IST/LINDO)

SOFIFI, LINDO - Mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran (Dikjar) Provinsi Maluku Utara (Malut) Imbran Yakub masih melakukan aktifitasnya sebagai pegawai Pemerintah Daerah (Pemda). Imbran masih melakukan aktifitasnya di kantor Gubernur di Sofifi, pada Senin (11/4) pagi.

Padahal sebelumnya oleh kepolisian Polda Maluku Utara menetapkan Imbran Yakub sebagai tersangka dalam kasus Bantuan Siswa Miskin (BSM).

Menurut salah satu pagawai di dinas Pendidikan Provinsi Maluku Utara (Malut) yang tidak bersedia menyebut namanya mengatakan saat ini status Imbran Yakub bukan lagi sebagai Kepala Dinas Pendidikan Malut. Surat pemberhentian Imbran Yakub sebagai Kepala Dinas sudah diteken oleh Gubernur Malut.

"Pak Imbran Yakub sudah di keluarkan surat pemberhentian oleh Gubernur Malut KH Abdul Gani Kasuba pada tanggal 8 maret 2016 kemarin," kata pagawai di kantor itu.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu Imbran Yakup di jemput paksa oleh penyidik Polda Malut di kantor Gubernur Maluku Utara guna pemeriksaan kasus BSM tersebut.

Menurut informasi yang di terima bahwa status Ibran Yakub saat ini adalah tahanan Kota dan tidak bisa berpergian keluar daerah.

"Saat ini status Ibran Yakub menjadi tahanan kota, beliau tidak bisa berkeliaran kemana-kemana, atau bepergian ke luar kota," ujar sumber  dari Polda Malut. (FAISAL)

Berita Terkait