Rabu, 18 Juli 2018 | 10:00:00 WIB

Polda Metro Gagalkan Penyelundupan Narkotika Modus Baru

Rabu, 13 April 2016 | 15:26 WIB
Polda Metro Gagalkan Penyelundupan Narkotika Modus Baru

Ilustrasi - Aparat Polda Metro Jaya tangkap 2 pengedar sabu dan barang buktinya. (FOTO: IST/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jaringan internasional dengan modus baru dalam operasi Bersinar 2016 yang baru berjalan tiga minggu.

Modus baru yang diungkap Polda Metro Jaya tersebut adalah penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu cair 44,64 kilogram, dikemas dalam kaleng lem merk BEL yang dikirim dari Iran menggunakan jasa ekspedisi.

Modus lain yakni, sabu-sabu kristal yang dikemas di sebanyak 44 kotak coklat "Ferrero Rocher" dari Guangzhou Tiongkok seberat 13,96 kilogram, melalui jasa ekspedisi.

"Kasus penyelundupan narkotika modus baru ini dilakukan oleh jaringan internasional Guangzhou-Jakarta maupun Belanda-Malaysia-Jakarta," kata Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Moechgiyarto saat konferensi pers hasil operasi bersinar 2016 tersebut di Jakarta, Rabu (13/4).

Selain sabu, dengan total sitaan 81,07 kilogram, Polda Metro Jaya juga mengamankan ekstasi 118.733 butir dan Happy Five 750 butir.

"Semua barang bukti tersebut, apabila dikonversikan dengan rupiah setara dengan nilai yang melebihi Rp202 miliar," ujar dia.

Dari temuan yang diungkap hari ini, Polda Metro Jaya mengamankan sembilan tersangka yang terdiri dari empat warga negara asing (WNA) dari Iran, Tiongkok, Malaysia dan Nigeria, serta lima orang warga negara Indonesia.

"Dengan terungkapnya kasus penyelundupan ini, artinya kita berhasil menyelamatkan 526.323 jiwa anak bangsa. Kita akan kembangkan terus kasus ini sampai tuntas dan untuk para tersangka kita kenakan tuntutan hukuman maksimal," ujar dia.

Operasi Bersinar 2016 yang dilaksanakan Polda Metro Jaya berlangsung sejak 21 Maret hingga 19 April 2016. Dari operasi yang sudah dilaksanakan selama tiga minggu, Polda Metro Jaya berhasil mengungkap 295 kasus tindak pidana narkoba. (ANT)

Berita Terkait