Rabu, 22 November 2017 | 20:10:49 WIB

Razia Gabungan, Kepala BNN Maluku Utara Terjaring Razia di Tempat Karaoke

Senin, 18 April 2016 | 17:10 WIB
Razia Gabungan, Kepala BNN Maluku Utara Terjaring Razia di Tempat Karaoke

Kepala BNN Provinsi Maluku Utara, Kombes Pol Ely Djamaludin dikabarkan terjaring dalam razia tim gabungan ditempat karaoke di Ternate, Maluku Utara, Sabtu (17/4). (FOTO: OK/LINDO)

TERNATE, LINDO - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Maluku Utara, Kombes Pol Ely Djamaludin, dini hari tadi dikabarkan terjaring razia yang dilakukan tim gabungan TNI, Polri, BNN, dan Satpol PP Kota Ternate.

Informasi yang dihimpun Okezone, Ely Djamaludin bersama beberapa rekannya sedang asyik menikmati minuman keras (miras) dan saling berkaraoke di salah satu ruangan Royal's Karaoke Ternate. Namun tiba-tiba tim gabungan memasuki ruangan tersebut, Ely panik melihat puluhan personel petugas.

"Pak Ely bilang dia hanya santai sambil karaoke saja, tidak buat apa-apa," kata salah satu sumber, Minggu (17/4).

Meski kedapatan menikmati miras, anggota tidak berani memeriksa perwira menengah tersebut. Padahal, seluruh pengunjung dimintai identitasnya serta dilakukan pemeriksaan badan dan barang bawaan.

"Anggota tidak berani periksa Pak Ely, apalagi beliau (Ely) punya anak buah semua pada menjauh," jelasnya.

Kabid Humas Polda Maluku Utara AKBP Hendry Badar saat dikonfirmasi mengaku tidak mengetahui bahwa Ely ikut terjaring namun dilepaskan. Meski begitu, Hendry membenarkan razia gabungan yang melibatkan personel BNN, TNI, dan Satpol PP.

"Memang benar tadi malam ada operasi bersinar di tempat hiburan. Tapi kalau soal ditemukan Kepala BNN Maluku Utara saya tidak tau," ungkapnya.

Menurutnya, operasi bersinar dilakukan guna mencari pelaku penyalanggunaan narkoba di tempat hiburan tersebut. Namun hasilnya hanya ditemukan miras, sedangkan pelaku narkoba tidak ada.

"Hanya miras yang kita amankan, serta pengunjung yang tidak memiliki kartu identitas. Semua diamankan ke Satpol PP Ternate untuk pendataan dan pembinaan," singkatnya.

Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Maluku Utara Kompos Pol Ely Djamaludin menyangkal dirinya terjaring razia gabungan yang dilakukan TNI, Polri, BNN Maluku Utra, dan Satpol PP Kota Ternate.

Ely mengaku keberadaanya di salah satu ruangan di Royal'S Karaoke tersebut ikut memantau rencana razia yang dipelopori Detasemen POM TNI-AD Pattimira XVI/I Ternate. Karena sebelumnya, ia mendapat informasi bahwa tempat karaoke itu sering dimasuki pelaku penyalanggunaan narkoba.

"Bagaimana saya dirazia, saya yang tanda tangan surat perintah penugasan. Dua anak (buah) saya ikut terlibat dalam tim. Jadi saya pantau mereka (tim gabungan) karena sering ada laporan," ujarnya kepada wartawan di Ternate Minggu (17/4).

Menurutnya, jika benar dirinya terjaring razia maka dia tidak akan menunggu petugas memeriksa semua pengunjung dan memilih lebih dulu pulang. Namun yang terjadi, dia ikut memantau hingga tim gabungan ini usai menjalankan tugas.

"Kalau saya terjaring, kenapa harus tunggu mereka (petugas) sampai selesai? Kalau terjaring pasti saya sudah turun duluan untuk pulang. Bukan saya membela diri, tapi saya bicara fakta," cetusnya.

Disinggung miras dalam ruangan yang ditempatinya, Ely mengaku tidak mengetahui. Bahkan dia mengelak saat dikonfirmasi dirinya ditemukan berada dalam ruang karaoke.

"Saya tidak mengerti lagi soal itu (miras), bagaimana miras ada di dalam. Saya tidak di ruangan," pungkas Edy. (MP/AMAT)

EDITOR : EDITOR: AHMAD DAILANGI

Berita Terkait

Baca Juga