Jumat, 20 Juli 2018 | 04:28:34 WIB

Mensos Khofifah Kunjungi Korban Pemerkosaan yang Tidur di Kandang Bebek

Senin, 23 Mei 2016 | 11:48 WIB
Mensos Khofifah Kunjungi Korban Pemerkosaan yang Tidur di Kandang Bebek

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa memberikan keterangan pers. (FOTO: IST/LINDO)

SIDOARJO, LINDO - Lantaran tidak kuat menanggung malu, seorang gadis 14 tahun, warga Jabon, Sidoarjo, Jawa Timur, korban perkosaan yang tengah mengandung delapan bulan diusir keluarganya dan terpaksa tinggal di kandang bebek.

Menurut pengakuan ibu korban, Sri Rahayu, kejadian ini bermula ketika ibu korban curiga dengan cara berjalan korban yang sedikit aneh dibanding biasanya. Setelah didesak, korban akhirnya mengaku telah diperkosa lima pemuda setempat.

Saat ibu korban melakukan tes kehamilan, hasilnya korban positif hamil. Kepada ibu korban, korban membeberkan siapa saja pelaku pemerkosaan itu. Tiga dari lima pelaku, diketahui masih di bawah umur.

Ironisnya, selain harus tinggal dibekas kandang bebek, kelima pelaku yang memperkosa korban hingga kini masih belum ditahan. Padahal, pihak keluarga korban telah melaporkan kasus perkosaan itu ke pihak aparat kepolisian.

Terkait kasus perkosaan yang menyebabkan korban hamil delapan bulan, saat ini pihak keluarga korban menuntut keadilan ke pihak aparat kepolisian agar para pelaku segera ditangkap dan ditahan, serta diberikan ganjaran yang setimpal.

Sementara itu, Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa merasa prihatin dengan korban pemerkosaan yang tengah hamil delapan bulan, dan tinggal di bekas kandang bebek. Dia pun lantas mengunjunginya di kawasan Jabon, Sidoarjo, Jawa Timur.

Dalam kunjungannya itu, selain memberi bantuan dan meminta keluarga korban tinggal di pesantren, mensos juga mendesak kepada aparat kepolisian agar segera menangkap para pelaku perkosaan.

Setibanya di kandang bebek tempat korban tinggal, Mensos yang didampingi sejumlah staf dan karyawan mensos langsung masuk ke dalam kandang bebek tersebut. Kedatangan Khofifah disambut isak tangis oleh ibu korban, Sri Rahayu.

Dalam kunjungan itu, Khofifah mendengar langsung kronologis kejadian yang membuat korban saat ini hamil delapan bulan dan terpaksa tinggal di bangunan bekas kandang bebek tersebut.

Selain memberikan bantuan sembako dan sejumlah uang, dalam kunjungan tersebut mensos juga meminta keluarga korban berikut korban untuk tinggal di sebuah pondok pesantren yang telah ditunjuk mensos.

Sementara terkait kasus perkosaan yang terjadi di bulan Agustus 2015 dan melibatkan lima orang yang tiga diantaranya anak di bawah umur, mensos meminta kepada jajaran Polres Sidoarjo untuk segera melakukan pengusutan dan menangkap para pelaku.  (SINDO)

Berita Terkait