Selasa, 17 Juli 2018 | 20:30:25 WIB

Pangarmabar Terima Paparan Pembangunan Lanal Terpadu Dari Tim Pengkajian ITB

Sabtu, 28 Mei 2016 | 16:18 WIB
 Pangarmabar Terima Paparan Pembangunan Lanal Terpadu Dari Tim Pengkajian ITB

Pangarmabar Laksda TNI A. Taufiq R, menerima produk pengkajian secara akademis pembangunan infrastruktur Lanal. (FOTO : DISPENKOARMABAR/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmbar) Laksda TNI A. Taufiq R, menerima paparan tentang selesainya pengkajian secara akademis pembangunan infrastruktur Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Terpadu dari Tim Pengkajian Institut Teknologi Bandung (ITB), di Aula Yos Sudarso, Markas Komando (Mako) Koarmabar, Jalan Gunung Sahari Raya No.67, Jakarta Pusat, Jumat (27/5).
 
Tim dari ITB yang dipimpin Wakil Rektor Bidang RIM Prof. Dr. Bambang Riyanto beserta sembilan orang, memaparkan tentang pembangunan Lanal dalam bentuk naskah feasibility study, maket brankat dan simulasi tiga dimensi.

Pangkalan yang rencananya akan dibangun di Teluk Ratai Lampung tersebut akan dilengkapi dengan fasilitas pemeliharaan pangkalan, pangkalan satuan-satuan lengkap dengan fasilitas pendukung mulai dari, tempat pengisian bahan bakar serta air bersih untuk kapal-kapal, fasilitas kesehatan dan sarana olahraga serta swalayan.
 
Pangarmabar Laksda TNI A. Taufiq R mengatakan, kesempatan ini merupakan momentum berharga bagi Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) bisa bertemu dengan Tim dari ITB yang telah menyelesaikan pembuatan produk akademik tentang pembangunan pangkalan di Lampung dalam bentuk naskah feasibility study, maket brankat dan simulasi tiga dimensi.
 
Menurutnya, sebagai negara yang menjadi titik tumpu dua samudera, Indonesia memiliki kewajiban untuk membangun kekuatan pertahanan maritim. Hal ini diperlukan, bukan saja untuk menjaga kedaulatan dan kejayaan maritim, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab Koarmabar dalam menjaga keselamatan pelayaran dan keamanan maritim.

“Kebijakan tersebut merupakan dampak dari geostrategi bangsa yang merupakan pusat perlintasan perdagangan dunia, khususnya di perairan Laut Natuna, Selat Malaka dan Samudera Hindia.  Dengan situasi tersebut, menjadikan Indonesia negara yang penting bagi dunia internasional. Hal ini sangat menguntungkan dan harus mampu dimanfaatkan secara optimal ditinjau dari geoekonomi bangsa demi mewujudkan pembangunan nasional,” jelasnya.
 
Oleh karena itu, tambah Pangarmabar, apa yang telah dihasilkan oleh Tim ITB dengan produk akademik menjadi pedoman, referensi dan acuan dengan memegang visi “terwujudnya kondisi di wilayah Koarmbar yang aman dan terkendali melalui penegakan kedaulatan dan hukum di laut”, Koarmabar bertekad mewujudkan sistem pertahanan nasional yang merupakan bagian dan sinkronisasi dengan seluruh bangsa yang terpadu dan serasi.
 
Ia menjelaskan, kebijakan pemerintah di bidang maritim tertuang dalam lima Pilar Poros Maritim Dunia, diantaranya menyebutkan dalam membangun suatu konstruksi sarana dan prasarana yang menjadi satu kesatuan dalam menyiapkan daerah militer terpadu dengan mengedepankan profesionalisme dan kesatuan komando untuk menegakkan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), demi mewujudkan TNI Angkatan Laut sebagai World Class Navy.
 
Hadir dalam paparan tersebut Kasarmabar Laksma TNI Yudo Margono, Danguspurlaarmabar Laksma TNI T.S.N.B. Hutabarat, M.M.S, Danlantamal III Jakarta Brigjen TNI (Mar) R.M. Trusono, S.Mn dan pejabat utama Koarmabar.
 

Berita Terkait