Selasa, 24 April 2018 | 15:34:07 WIB

Letkol Laut (P) Budi Santosa Resmi Menjabat Komandan KRI Banda Aceh 593

Minggu, 5 Juni 2016 | 19:57 WIB
Letkol Laut (P) Budi Santosa Resmi Menjabat Komandan KRI Banda Aceh 593

Komandan Satlinlamil Jakarta Kolonel Laut (P) Andi Abdul Aziz memasang tanda pangkat yang baru kepada Komandan KRI Banda Aceh 593, Letkol Laut (P) Budi Santosa. (FOTO : DISPENKOLINLAMIL/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Jabatan Komandan Kapal Republik Indonesia (KRI) Banda Aceh 593 diserahterimakan dari Letkol Laut (P) Edi Haryanto, kepada Letkol Laut (P) Budi Santosa, yang berlangsung dalam upacara militer dipimpin Komandan Satuan Lintas Laut Militer (Satlinlamil) Jakarta Kolonel Laut (P) Andi Abdul Aziz, di Geladak Heli KRI Banda Aceh 593, Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (3/6).
 
Komandan KRI Banda Aceh 593 yang baru, Letkol Laut (P) Budi Santosa, adalah perwira lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan 42 tahun 1996, yang sebelumnya menjabat sebagai Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Cirebon.

Sedangkan pejabat lama yaitu Letkol Laut (P) Edi Haryanto, akan menempati jabatan baru di Staf Umum Perencanaan dan Anggaran (Srena) Mabes TNI Angkatan Laut sebagai Pabandya Binsismet Ban II Manajemen.
 
Komandan Satlinlamil Jakarta mengatakan, jabatan Komandan KRI merupakan jabatan yang sangat strategis dengan memiliki kewenangan dan power yang sangat luas.  Oleh karena itu, kepercayaan yang diberikan untuk menjadi komandan KRI, jangan disalahgunakan untuk kepentingan pribadi.  Maka wawasan kepemimpinan saat ini yang sangat diperlukan, terlebih lagi di masa yang akan datang.
 
“Khusus bagi seorang Komandan harus mengetahui, menguasai, dan memahami kondisi peralatan dan kondisi seluruh anak buahnya dengan segala permasalahan yang ada pada diri mereka. Hendaknya seorang komandan dapat dijadikan sebagai guru, bapak juga sekaligus atasan, oleh karena itu bersikaplah dewasa, arif, dan bijaksana,” ujar Kolonel Laut (P) Andi Abdul Aziz.
 
KRI Banda Aceh 593 lanjutnya, merupakan kapal jenis landing platfrom dock yang dibangun dan di produksi oleh anak bangsa. Kapal perang buatan PT PAL yang diluncurkan pada 2010 tersebut, diproduksi untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai poros maritim dunia.
 
KRI ini dibangun dengan menggunakan konstruksi lambung ganda (double bottom), Untuk memudahkan manuver, dan dilengkapi bow thruster yang berfungsi memecah gelombang.
 
Untuk menunjang tugas dan operasi TNI Angkatan Laut, KRI tersebut digunakan, di antaranya untuk Landing Craft Carrier, pendaratan pasukan, operasi amfibi, tank carrier, combat vehicle 22 unit, tactical vehicle 13 unit, dan total embarkasi 507 personel.

Selain itu, kapal ini juga sering melakukan operasi kemanusiaan dan penanggulangan bencana sudah menjadi tugasnya selain operasi militer perang, serta mampu berlayar selama 30 hari secara terus-menerus.
 
Sebelum digunakan oleh TNI Angkatan Laut, kapal perang KRI Banda Aceh 593 sudah diuji coba, mulai dari kecepatan kapal, stabilitas kapal dan kemampuan berlayar. Hasil uji coba cukup memuaskan. Pada saat uji coba dilakukan kecepatan kapal mencapai 15,2 knots.
 
 

Berita Terkait