Selasa, 23 Januari 2018 | 05:08:28 WIB

Dirut PT Transjakarta : 120 Portal Baru Dipasang di Jalur Busway

Selasa, 14 Juni 2016 | 04:35 WIB
Dirut PT Transjakarta : 120 Portal Baru Dipasang di Jalur Busway

Sejumlah petugas dari Transjakarta sedang menghalau pengendara motor yang nekat masuk ke jalur busway yang diberi portal di kawasan jalan Pramuka, Jakarta Timur, Selasa (31/7). (FOTO: IST/LINDO)

JAKARTA, LINDO – Untuk menghalau kendaraan lain menerobos jalur busway sebanyak 120 portal manual akan dipasang di jalur tersebut. Selain itu, 500 personel juga disebar di titik masuk busway.

“Kami akan bangun portal tambahan. Ada 120 portal yang sedang dibuat. Sementara manual untuk tutup di ujung-ujung,” kata Budi Kaliwono, Dirut PT Transjakarta.

Budi menambahkan, beberapa putaran balik atau U-turn di jalur Transjakarta juga akan ditutup. Sehingga, gangguan terhadap lalu lintas Transjakarta bisa berkurang.

Seperti diketahui Pemprov DKI telah menegaskan bahwa jalur busway hanya boleh dilintasi Transjakarfta, ambulan, mobil pemadam kebakaran dan kendaraan berplat RI. Selain kendaraan itu penindakan tegas berupa tilang dengan slip biru diberikan kepada pelanggar.

Senin (13/6) 247 pengendara didenda maisng-masing Rp500 ribu pada hari pertama penerepan tilang dengan slip biru bagi penerobos jalur busway. Tingginya jumlah pelanggar membuktikan masih minimnya kesadaran pengendara untuk mematuhi aturan.

Kebijakan penilangan dengan slip biru ini sebagai upaya mensterilkan jalur Transjakarta. “Jumlahnya kurang lebih 274 tilang biru yang kami berikan ke pelanggar,” ujar Kasubdit Pembinaan dan Penegakan Hukum (Gakkum) Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto, Senin (13/6).

Adapun, 247 pelanggar yang ditilang itu menerobos jalur busway di koridor 1 (rute Blok M-Kota), koridor 3 (rute Kalideres-Pasar Baru), koridor 4 (rute Pulogadung-Dukuh Atas), koridor 5 (rute Ancol-Kampung Melayu), koridor 6 (rute Dukuh Atas 2-Ragunan) dan koridor 9 (rute Pluit-Pinang Ranti).

Dari 247 pelanggar yang ditilang, lanjut Budiyanto, mayoritas adalah pemotor disusul oleh pengguna mobil pribadi dan angkutan umum.

Budiyanto mengatakan, penerapan denda maksimal dilakukan untuk memberikan efek jera terhadap para penerobos jalur busway. Ia berharap pengendara akan berpikir ulang untuk menerobos jalur busway.

Selain itu, tujuan sterilisasi jalur busway ini untuk mengembalikan fungsi jalur busway agar digunakan khusus oleh Transjakarta sehingga tidak lagi mengalami keterlambatan, karena banyak diserobot pengendara kendaraan pribadi.

Sedangkan dari pemantauan lapangan, penindakan tegas yang dilakukan petugas membuat beberapa pengendara panik. Bahkan tidak jarang dari pengendara sepeda motor nekat memutar lawan arah untuk keluar dari jalur busway.

“Daripada kena denda Rp500 ribu saya putar balik aja. Besok-besok saya janji nggak lewat jalur busway lagi,” tukas Yanto, seorang pengendara sepeda motor yang melintas di kawasan Jatinegara, Jaktim. (PK/ALDY)

Berita Terkait