Selasa, 17 Juli 2018 | 20:34:48 WIB

Gubernur Kalsel ingatkan Pers hati-hati Berkarya dalam Jurnalistik

Minggu, 3 Juli 2016 | 00:25 WIB
Gubernur Kalsel ingatkan Pers hati-hati Berkarya dalam Jurnalistik

Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor (tengah) buka puasa bersama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Selatan, Sabtu (2/7) di Gedung PWI Kalsel. (FOTO: IST/LINDO)

BANJARMASIN, LINDO - Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor mengingatkan insan pers agar lebih berhati-hati dan menjaga keseimbangan dalam membuat karya jurnalistik.

Ia mengingatkan itu pada acara berbuka puasa bersama pengurus dan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Selatan (Kalsel) dengan mitra kerja di Banjarmasin, Sabtu.

"Kehati-hatian dan keseimbangan dalam membuat karya jurnalistik itu perlu guna menghindari keresahan masyarakat," tegasnya dalam sambutan yang dibacakan Kepala Biro Humas Setdaprov Kalsel Heriansyah.

Orang nomor satu di jajaran pemerintah provinsi (Pemprov) tersebut juga meminta insan pers meningkatkan partisipasi guna lebih memajukan pembangunan daerah dan masyarakat Kalsel.

"Tanpa partisipasi pers, sulit memotivasi atau menggerakan masyarakat dan pihak lain dalam keikutsertaan terhadap pembangunan," ujar Sahbirin.

Sebelumnya Ketua PWI Kalsel Fathurrahman mengharapkan melalui memontum Ramadhan 1437 Hijriah agar insan pers di provinsi yang terdiri atas 13 kabupaten/kots tersebut meningkatkan profesionalisme.

"Hal lain yang tidak kalah pentingnya, agar insan pers di Bumi Perjuangan Pangeran Antasari Kalsel meningkatkan ketaqwaan, sebagaimana tema acara buka bersama saat ini," ujar Ketua PWI Kalsel dua periode itu.

"Pengurus PWI Kalsel bertekad dan terus berupaya agar anggotanya dapat mewujudkan keseimbangan antara profesionalisme dan taqwa," demikian Fathurrahman.

Memberikan tausiah singkat, Pembantu Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Antasari Banjarmasin Dr Sukarni yang mengatakan, insan pers mempunyai peranan besar dalam mewujudkan kesamaan pandang umat Islam terhadap pelaksanaan ibadah.

"Sebagai contoh sekarang ini tak lagi mempermasalahan qunut atau tidak qunut, dan shalat tarwih delapan rakaat ataupun 20 rakaat. Itu semua tidak terlepas dari peran pers," ujar mantan aktivis Pelajar Islam Indonesia (PII) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) tersebut.

Begitu pula dalam terwujudnya kerukunan umat beragama tidak terlepas dari peran pers yang cukup luas, demikian Sukarni.

Hadir pada buka puasa bersama jajaran PWI Kalsel itu sejumlah pejabat tingkat provinsi, antara lain Karo Humas Setdaprov mewakili gubernur setempat, Komandan Pangkalan Angkatan Laut Banjarmasin, dari Polda, serta Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina. (ANT)

Berita Terkait