Jumat, 22 Juni 2018 | 02:52:40 WIB

Berhasil Amankan Puluhan Senjata Api Rakitan, Satgas Yon Armed 12 Kostrad Dapat Penghargaan

Selasa, 19 Juli 2016 | 11:25 WIB
Berhasil Amankan Puluhan Senjata Api Rakitan, Satgas Yon Armed 12 Kostrad Dapat Penghargaan

Ilustrasi - Puluhan Senjata Api yang disita oleh TNI-AD di Maluku dan Maluku Utara pasca konflik beberapa tahun lalu. (FOTO: DTK/AMAR/LINDO)

TERNATE, LINDO - Puluhan Personel Satgas Yon Armed 12/Kostrad mendapatkan penghargaan dari Danrem 152/Babullah atas prestasinya telah berhasil melakukan penggalangan senjata api baik rakitan maupun organik serta sejumlah amunisi dan granat yang dimiliki oleh sebagian masyarakat Maluku Utara.

Penghargaan tersebut diberikan melalui upacara yang diberikan oleh Kasrem 152/Babullah Letkol Infantri Sigit Purwanto kepada 3 orang perwakilan personel Satgas Yon Armed 12/Kostrad.

Usai pemberian penghargaan Wadan Satgas Yon Armed 12/K Mayor Arm Khoirul Cahyadi mengatakan sejauh ini Satgas telah berhasil mengumpulkan sejumlah 21 pucuk senjata berbagai jenis, 3 pucuk senjata pelontar granat, Munisi dan Granat  yang diperoleh melalui penggalangan persuasif dan kekeluargaan sehingga masyarakat tersebut dapat menyerahkan senjata tersebut secara sukarela dan tanpa paksaan.

"Hingga saat ini Satgas TNI AD telah berhasil mengumpulkan 21 pucuk senjata berbagai jenis. 3 pucuk senjata pelontar granat, Munisi dan Granat  yang diperoleh melalui penggalangan persuasif dan kekeluargaan sehingga masyarakat tersebut dapat menyerahkan senjata tersebut secara sukarela dan tanpa paksaan," kata Khoirul Cahyadi.

Sementara itu ditempat terpisah Kapenrem 152/Babullah Mayor Infantri Anang Setyoadi menyampaikan disamping Satgas Armed yang telah dapat menggalang senjata, ada juga beberapa masyarakat yang telah menyerahkan secara sukarela senjata organik maupun rakitan yang dibuat saat konflik diserhkan kepada Babinsa maupun Koramil terdekat.

"Saat ini masyarakat sudah sadar bahaya senjata organik maupun rakitan. Mereka suka rela menyerahkan pada Babinsa maupun Koramil terdekat. Senjata organik maupun rakitan yang diserahkan itu pada umumnya mereka buat saat konflik beberapa tahun lalu," tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Kapenrem 152/Babullah berharap kepada masyarakat yang masih menyimpan senjata maupun munisi agar segera menyerahkan kepada aparat TNI terdekat baik itu Babinsa, Koramil, Kodim maupun Pos-pos satgas yang tersebar di seluruh Maluku Utara.

"Tidak perlu takut karena identitas anda akan dirahasiakan, karena dengan adanya peredaran senjata illegal tersebut dapat membahayakan keselamatan diri maupun orang lain. Yakinlah bahwa Maluku Utara saat ini telah Kondusif dan Aparat keamanan telah bekerja semaksimal mungkin demi menjaga stabilitas keamanan di Bumi Maluku Utara," papar Anang. (Penrem 152/Babullah/Faisal)

Berita Terkait