Senin, 23 April 2018 | 01:15:59 WIB

Tim SAR Lanal Banten Evakuasi Mayat Di Perairan Selat Sunda

Selasa, 19 Juli 2016 | 16:46 WIB
Tim SAR Lanal Banten Evakuasi Mayat Di Perairan Selat Sunda

Tim SAR Lanal Banten melakukan evakuasi mayat di perairan Selat Sunda. (FOTO : DISPENLANTAMALIII/LINDO)

JAKARTA, LINDO Tim Search dan Rescue (SAR) Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Banten dan Ditpolairda Banten melaksanakan evakuasi mayat yang terapung di perairan Selat Sunda, Senin (18/07)

Berdasarkan informasi yang diterima sekitar pukul 09.00 WIB dari nelayan tradisional Merak tentang keberadaan mayat yang terapung disekitar perairan Selat Sunda, Komandan Lanal (Danlanal) Banten Kolonel Laut (P) Dadang Somantri, langsung memerintahkan Tim SAR Lanal Banten untuk melakukan pencarian mayat tersebut.

Dalam pencarian mayat tersebut, Tim SAR Lanal Banten dipimpin Pjs. Pasops Lanal Banten Kapten Laut (KH) Novandi Irianto, bergerak dengan menggunakan Patkamla Badak. Penyisiran dilakukan berdasarkan informasi awal titik keberadaan mayat yakni di seputaran perairan Merak dan dilanjutkan ke arah utara mengikuti arus laut.

Hampir selama dua jam pencarian, akhirnya sekitar pukul 10.45 WIB, Tim SAR Lanal Banten bersama Tim SAR Ditpolairda Banten berhasil menemukan mayat tersebut pada posisi 05 54 617 S -105 59 860 E disekitar perairan Tanjung Sekong, Merak.  Kemudian mayat langsung  dievakuasi dengan menggunakan Kapal Patroli Ditpolairda Banten dan dibawa ke Dermaga Lanal Banten untuk dibawa ke Rumah Sakit (RS) Krakatau Medika dengan mobil ambulance Kesehatan Pelabuhan Kelas II Banten untuk dilakukan otopsi.

Berdasarkan data yang diperoleh, korban tersebut bernama Muhajirin (Lk), 25 tahun, warga Lingkungan Gempol Kulon, RT 07 RW 03 Kelurahan Pabean, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, dengan ciri-ciri : tinggi sekitar 165 cm, berat badan sekitar 75 kg, rambut cepak, memakai kaos warna krem dan memakai celana pendek warna hitam.

Mayat tersebut diduga merupakan korban tenggelam pada Minggu, 17 Juli 2016 di Pantai Tanjung Peni, Kelurahan Warnasari Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon yang menelan korban sebanyak empat orang.

Berdasarkan informasi yang diperoleh hingga Senin, (18/7), tiga korban berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia yakni :

  1. Ranti (Pr), 15 tahun, warga Kampung Dringo Kulon RT 09/03, Kelurahan Dringo Kecamatan Citangkil, Cilegon.
  2. Suhardi (Lk), 20 tahun, warga Sigedong Kecamatan  Mancak Kabupaten Serang.
  3. Muhajirin (Lk), 25 tahun, Lingkungan Gempol Kulon, RT 07 RW 03, Kelurahan Pabean,  Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon.

Sedangkan satu orang yang masih belum ditemukan atas nama Dede Ramdani (Lk), 33 tahun, warga Kampung Bulakan Barat Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon.

Sampai dengan hari ini, Tim SAR Gabungan Lanal Banten, Ditpolairda Banten dan Basarnas Banten terus melakukan pencarian korban .

 

Berita Terkait