Kamis, 19 Juli 2018 | 09:01:30 WIB

Panglima TNI Akui Anggota Satgas Intelijen Tinombala Serda M Ilman telah Gugur

Jum'at, 29 Juli 2016 | 09:23 WIB
Panglima TNI Akui Anggota Satgas Intelijen Tinombala Serda M Ilman telah Gugur

(FOTO: PUSPEN TNI/LINDO)

JAKARTA, LINDO - "Bahwa benar kemarin di Desa Towu telah terjadi insiden tertembaknya anggota Satgas Tinombala atas nama Serda Muhammad Ilman, kata-kata ter berarti tidak disengaja".

Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menjelaskan tentang insiden tertembaknya Tim-1 Intelijen Satgas Tinombala atas nama Serda Muhammad Ilman oleh Tim Bravo 11 Brimob Satgas Tinombala, kepada Media usai acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Menkopolhukam di Aula Bima Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat, Kamis (28/7).

Panglima TNI mengapresiasi apa yang disampaikan oleh Komandan Tugas Operasi Tinombala Brigen Pol Rudy Sufahriadi sebagai Kapolda dan wakilnya Brigjen TNI Ilyas yang menyampaikan bahwa akibat insiden tersebut mengakibatkan gugurnya Serda M Ilham.

“Kata-kata gugur ini saya apresiasi, karena menyatakan bahwa Serda Ilman sedang melaksanakan tugas dalam operasi Tinombala, dan kata-kata gugur adalah idaman bagi prajurit TNI termasuk saya, karena kata-kata gugur adalah meninggal Sahid untuk agama, bangsa, dan negara, karena semua prajurit TNI beragama dan agama apapun juga kalau meninggal demi agama, negara dan bangsa adalah tempatnya di sisi yang paling mulia di hadapan Allah SWT,” tegas Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Lebih lanjut Panglima TNI menyatakan dalam kondisi seperti ini jangan saling menyalahkan karena tidak ada satupun dalam tim untuk mencelakakan yang lainnya.

“Saat ini tim investigasi sedang mencari data dengan objektif, untuk mengetahui salahnya dimana dan di analisa, agar ini tidak boleh terjadi lagi. Lanjutkan kebersamaan, untuk kejar sisa-sisa dari teroris kelompok Santoso,” imbuh Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Dalam kesempatan itu, Panglima juga menghimbau pada kelompok Santoso untuk kembali ke pangkuan ibu pertiwi, dan saat diproses hukum nanti pasti dilaksanakan secara objektif dan bisa bertemu keluarga serta masih berpeluang untuk meminta amnesti (keringanan hukum).

"Saya menghimbau kelompok Santoso untuk kembali ke pangkuan ibu pertiwi, pada saat diproses hukum pasti dilaksanakan secara objektif dan bisa bertemu keluarga besar serta masih berpeluang untuk minta amnesti,” pungkas Panglima TNI.  (PUSPEN TNI)

Berita Terkait