Sabtu, 23 Juni 2018 | 13:03:22 WIB

Panglima TNI : Mahasiswa Selalu Berperan Penting Dalam Sejarah Indonesia

Selasa, 2 Agustus 2016 | 01:02 WIB
Panglima TNI : Mahasiswa Selalu Berperan Penting Dalam Sejarah Indonesia

(FOTO: PUSPEN TNI/LINDO)

DEPOK, LINDO - Mahasiswa adalah pemuda yang harus menjadi agen perubahan karena pemuda selalu didepan dan berperan penting dalam sejarah Indonesia.

“Utamakan berkarya hanya untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan motornya adalah anda semuanya para mahasiswa," kata Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo saat memberikan Kuliah Terbuka dihadapan 7.309 Mahasiswa Baru (Maba) di Aula Baliurang, Kampus Universitas Indonesia Depok, Jawa Barat, Senin (1/8).
 
“Para pemuda harus selalu didepan dan harus menjadi pemersatu untuk mengharumkan bangsa dan Negara, karena mahasiswa adalah pelajar dengan derajat paling tinggi dibandingkan pelajar-pelajar lainnya,” ujar Panglima TNI.
 
Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menuturkan bahwasanya beberapa orang pemuda telah mencapai kesuksesan, sehingga membawa nama baik bangsa dan Negara. Mereka diantaranya, Himawan Wicaksono yang meraih Absolut Lider Olimpiade Fisika Asia 2013, Kris Lesmana pemuda Indonesia yang mendesain Mobil VW model terbaru, serta peraih 4 Medali Emas World Jr Cadet U21 Championships 2015 yaitu Ceyco Hutagalung, Faqih Karomi, Ahmad Zigi Yuda dan Moh. Fahmi Sanusi.
 
Terkait tujuan nasional Bangsa Indonesia, Panglima TNI menuturkan bahwa untuk mencapai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, maka perlu adanya revolusi mental dalam mengamalkan Pancasila, memanfaatkan peran tokoh-tokoh adat dan Pemuda/Mahasiswa melalui gotong royong untuk mewujudkan  kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Untuk mewujudkan Indonesia menjadi Negara Agraris, Maritime dan Industri, yang mengawaki adalah anda-anda (mahasiswa) semuanya yang ada disini,” tandas Panglima.
 
Dalam kesempatan tersebut Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengingatkan kepada para pemuda khususnya mahasiswa Universitas Indonesia bahwa dalam setiap mengambil keputusan dan menyalurkan pendapat serta aspirasi kepada pemerintah dalam bentuk demo harus selalu menggunakan akal pikiran dan hati nurani, karena demo dalam alam demokrasi diperbolehkan.
 
“Kalau mahasiswa berdemo tanpa akal pikiran dan hati nurani, maka hanya dikendalikan oleh orang yang mengatasnamakan mahasiswa,” jelas Panglima TNI.
 
Mengakhiri kuliah terbukanya, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menegaskan bahwa tugas mahasiswa adalah belajar untuk mewujudkan cita-cita, sama halnya seperti para senior alumnus Universitas Indonesia yang menduduki Jabatan Strategis di Pemerintahan.

“Jika kamu belajar dengan baik, kamu bisa meraih cita-citamu, kamu bisa berbuat lebih banyak untuk rakyat dan bangsamu,” terang Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
 
Untuk menjadi orang sukses ada kiat-kiat jitu yang diuraikan secara rinci oleh Panglima TNI dan setiap orang bisa melakukannya. “Hal tersebut bisa dilakukan dengan menjalani sepuluh rahasia mencapai sukses, diantaranya yaitu great prayer, great dreamer, target focus, optimis, keep learning, great networking, fleksible, action dan do by heart,” pungkasnya. (PUSPEN TNI)

Berita Terkait