Minggu, 22 April 2018 | 06:22:41 WIB

Cara Sutradara Livi Zheng Perkenalkan Indonesia

Selasa, 10 November 2015 | 17:59 WIB
Cara Sutradara Livi Zheng Perkenalkan Indonesia

Sutradara film Brush with Danger, Livi Zheng. Film Brush With Danger masuk nominasi Piala Oscar 2015. (ANT/LINDO)

YOGYAKARTA, LINDO - Sutradara Film Hollywood berjudul "Brush With Danger", Livi Zheng mencoba memperkenalkan budaya Indonesia di kancah internasional dengan memasukkan unsur kesenian nusantara dalam film garapannya itu.

Selain itu ia juga mengenalkan jamu dan makanan kecil Indonesia kepada para tim produksi filmnya.

"Melalui film, sedikit demi sedikit saya perkenalkan budaya Indonesia," kata Livi kepada sejumlah awak media di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Selasa (10/11).

Upaya memperkenalkan budaya Indonesia itu, kata Livi, antara lain dilakukan dengan memasukkan nuansa musik gamelam dalam adegan pembuka film yang berhasil masuk dalam seleksi nominasi Oscar pada ajang Academy Awards ke 87 itu.

"Jadi kalau kita dengerin satu per satu (penggalan filmnya) layar musiknya dasarnya gamelan," kata perempuan kelahiran Jawa Timur 3 April 1989 ini.

Meski demikian, ia mengakui, nuansa musik gamelan itu hanya terdengar samar-samar, sebab harus dikombinasikan dengan unsur-unsur musik lainnya. " Ya karena ini untuk pasar Amerika, rumah produksi dan eksekutif produsernya juga dari Amerika," kata dia.

Selain itu, lanjut Livi, karena filmnya juga mengisahkan seorang petarung dan pelukis, lagi-lagi ia juga mencoba memasukkan puluhan lukisan dari Indonesia dalam penggalan flm.

"Setiap saya melakukan tour "behind the scenes", selalu saya jelaskan panjang lebar bahwa ini lukisan dari Indonesia," kata dia.

Livi juga mengaku selalu memberikan jamu tradisional Indonesia bagi tim inti produksi film saat melakukan syuting di lapangan, agar mereka tidak masuk angin.

"Bahkan untuk kru editing film juga saya bawakan kacang atom (dari Indonesia)," kata dia.

Menurut Livi, pada dasarnya budaya Indonesia cukup beragam dan kaya, namun dinilainya masih banyak warga negara lain yang kurang mengenali Indonesia.

"Jadi saat saya bilang saya sutradara dari Indonesia, mereka tanya where is Indonesia?. Tapi begitu mereka (kru dan eksekutif produser) saya ajak kesini, mereka langsung kagum," kata mahasiswi S2 Jurusan Film Production di University of Southern California, Amerika Serikat ini. (ANT)

Berita Terkait