Jumat, 22 Juni 2018 | 02:49:41 WIB

Jelang Sertijab, Pangarmabar Pimpin Apel Khusus

Senin, 15 Agustus 2016 | 18:40 WIB
Jelang Sertijab, Pangarmabar Pimpin Apel Khusus

Pangarmabar Laksda TNI Siwi Sukma Adji, saat memimpin Apel Khusus. (FOTO : DISPENKOARMABAR/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksda TNI Siwi Sukma Adji memimpin Apel Khusus, di Lapangan Arafuru Markas Komando Koarmabar, Jalan Gunung Sahari Raya No. 67, Jakarta Pusat, Senin (15/8).

Apel Khusus tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan Serah Terima Jabatan (Sertijab) Pangarmabar yang rencananya akan dilaksanakan pada 19 Agustus 2016.

Pangarmabar Laksda TNI Siwi Sukma Adji menyampaikan beberapa arahan sebagai pedoman tugas ke depan, seperti dalam menghadapi Latihan Armada Jaya Ke-34 dalam waktu dekat ini diperlukan kesiapan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) yang baik, keseriusan pengawak yang profesional agar tugas yang diembankan kepada Koarmabar dapat tercapai secara baik dan optimal serta zero accident dalam menghadapi latihan tersebut.

“Tanpa adanya kerja sama, kepedulian dan semanagat dari kita, semua mustahil hal itu dapat kita wujudkan.  Wilayah Koarmabar merupakan wilayah yang sangat strategis dan merupakan jalur perlintasan perekonomian nasional dan internasional, 70% perekonomian terfokus di  wilayah barat sehingga diperlukan ketanggapan dan kesegeraan dalam merespon berbagai kerawanan yang terjadi,” jelas Pangarmabar.

Dengan adanya Asymetrix war atau perang tanpa bentuk lanjutnya, semua ini telah mampu mengubah karakter dan jati diri bangsa termasuk prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI), melalui instrument tehknologi, narkoba, budaya tehknologi informasi.

Menurutnya, apabila kita tidak kuat dan siap menghadapi ancaman itu, maka kita akan menjadikan bagian dari kepentingan atau kelompok yang sengaja untuk merusak dan melemahkan persatuan dan kesatuan bangsa termasuk karakter serta jati diri sebagai prajurit matra Laut.

“Sebagai komponen pertahanan negara di laut, Koarmabar harus mampu melaksanakan tugas tersebut secara profesional berlandaskan pada hukum nasional dan internasional. Dihadapkan pada kondisi Alutsista yang rata-rata mencapai usia di atas 30 tahun, maka dituntut akan kewaspadaan, kemampuan pengawakan dan perawatan dan perbaikan yang benar-benar serius dan tidak boleh sekedar memenuhi program kegiatan,” ujar Laksda TNI Siwi Sukma Adji.  

Kondisi demikian tambahnya, karena adanya keterbatasan kemampuan anggaran negara di bidang pertahanan dan ini dibutuhkan akan jiwa pengabdian yang tulus dan ikhlas serta semangat yang tinggi, agar tugas dapat dilaksanakan secara baik dan benar dan keselamatan menjadi faktor utama.

Ia menjelaskan, sesungguhnya pada diri prajurit harus terpatri keyakinan di setiap hati kita akan nilai-nilai Pancasila, Sapta Marga dan Sumpah Prajurit. Keyakinan nilai tersebut telah kita yakini akan kebenarannya, janganlah kita kotori dengan benih-benih yang mampu merusak jati diri dan karakter sebagai prajurit matra laut.

“Oleh karena itu, jadikanlah diri kita memiliki pikiran serta akal yang hidup sebagai prajurut ksatria, jujur, berani dan bermoral,” tegas Pangarmabar.

Pada kesempatan itu Pangarmabar menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di jajaran Koarmabar yang telah mampu melaksanakan tugasnya dengan baik serta menyampaikan

Turut hadir dalam Apel Khusus, Kasarmabar Laksma TNI Yudo Margono, Komandan Lantamal III Jakarta Brigjen TNI (Mar) I Ketut Suardana, para Pejabat Utama Koarmabar, dan diikuti seluruh personel jajaran Koarmabar mulai dari Perwira, Bintara, Tamtama serta PNS.

Berita Terkait