Senin, 23 April 2018 | 01:13:13 WIB

Warga Panik, Limbah PLN Weda Terbakar

Jum'at, 2 September 2016 | 12:54 WIB
Warga Panik, Limbah PLN Weda Terbakar

(FOTO: LAMAGI/LINDO)

HALTENG, LINDO - Terbakarnya limbah PLN Weda Kamis, (1/9) kemarin pukul 14.30 WIT membuat ratusan warga Kecamatan Weda Kabupaten Halmahera Tengah panik. Terbakarnya limbah PLN Weda diduga anak-anak kecil warga setempat yang tinggal di belakang PLN Weda bermain api dan membakar sampah-sampah yang tepat dibuang kedalam limbah itu.

Terbakarnya limbah PLN Weda ketinggiannya mencapai 5 meter dan mengeluarkan asap hitam pekat sehingga membuat perhatian ratusan warga mendatangi kelokasi PLN Weda.

Peristiwa tersebut terjadi diduga anak-anak warga setempat yang lagi bermain api membakar sampah kering diatas limbah. Karena limbahnya dari bahan bakar minyak solar maka otomatis tetap terbakar.

Sementara Mahmud Abdullah warga setempat ketika dimintai keterangan terkait dengan peristiwa yang terjadi di belakang rumahnya mengaku dirinya tidak tau soal sumber api tersebut, tiba-tiba sudah menyalah didekat kandang, sehingga dia dan keluarganya berusaha memadamkan api itu.

"Hanya saja apinya semakin besar dan mengeluarkan asap hitam sehingga kami dibantu warga lainnya dan alhamdulillah api dalam waktu 2 jam api berhasil dipadamkan," katanya.

Dia juga mengaku, sudah berulangkali mencegah soal pembuangan limbah PLN Weda. "Hanya saja pihak PLN Weda tetap melubangi tembok pagar sehingga limbahnya mengalir dipekarangan lingkungan kami," kesalnya.

Penyampaian yang sama dari Adehan Abdullah, sementara Hindun Amirudin mengaku kebaran itu dirinya sementara beristrahat di rumah tetangga, tiba-tiba dia melihat nyala api sehingga berteriak kepada petugas PLN untuk memadamkan api. "Tap api terus merembet di ke arah tembok dimana limbah tergenang," jelasnya.

Warga keluar rumah dan berbondong-bondong mencoba berusaha memadamkan api. Api timbul didekat kandang, dan hingga kini dia sendiri tidak tau sumber api tersebut.

Informasi yang dihimpun LINDO dilokasi kejadian, warga setempat lagi membakar roti di luar rumah yang tidak jauh dari limbah itu, sehingga diduga ada sebagian api di diterbangkan angin ke sampah kering yang letaknya diatas limbah sehingga terjadi kebakaran. Selain itu, menurut warga yang ada dilokasi kejadian menduga anak-anak kecil bermain api sehingga terjadi kebakaran.

Ironisnya, setelah 30 menit warga bergotong royong memadamkan api, petugas Pemadam kebakaran Pemkab Halteng yang sudah dihubungi baru kunjung datang, sementara api sudah dipadamkan warga dengan cara manual.

Amatan LINDO meskipun api sudah dipadamkan petugas kepolisian Polres Halteng setempat sudah ada di lokasi dan mengecek peristiwa tersebut.

"Meski sudah padam atas bantuan warga, kami tetap memintai keterangan saksi dari peristiwa yang baru saja terjadi," jelas Kasat Sabhara Polres Halteng AKP Jamaludin. (LAMAGI LA ODE)

Berita Terkait