Rabu, 25 April 2018 | 08:07:12 WIB

Tim WFQR 4 Lanal Dabo Amankan Kapal Yang Transfer BBM Ilegal

Rabu, 14 September 2016 | 17:42 WIB
Tim WFQR 4 Lanal Dabo Amankan Kapal Yang Transfer BBM Ilegal

Komandan Lantamal IV Tanjungpinag Laksma TNI S. Irawan. (FOTO : DISPENLANTAMALIV/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) 4 Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Dabo Singkep, Selasa (13/9) pukul 22.30 WIB, berhasil menggagalkan upaya transfer Bahan Bakar Minyak (BBM) illegal ship to ship di perairan Alang Tiga Dabo Singkep, Kepulauan Riau (Kepri).

Pengungkapan kegiatan transfer BBM illegal tersebut, berawal dari kegiatan patroli laut yang dilakukan oleh tim WFQR 4 Lanal Dabo Singkep dengan menggunakan Patkamla Kuala Gaung yang mendeteksi adanya kegiatan illegal yang dilakukan kedua kapal. Setelah mencium gelagat yang mencurigakan, tim WFQR bertindak cepat melakukan pemeriksaan terhadap aktivitas kapal ditengah gelapnya malam.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui kapal yang terlibat kegiatan transfer BBM ship to ship tersebut adalah KM Riau Jaya GT 17 dengan TB Cavalo GT 185 dan TK Metro GT 2085, berlayar dari Dumai tujuan Jakarta bermuatan CPO sebanyak 4.000 ton, dengan pemilik “S” dan dinahkodai oleh “P” dengan Anak Buah Kapal (ABK) sebanyak 15 orang yaitu 10 orang ABK TB Cavalo dan lima orang ABK TK Metro.

Berdasarkan pengakuan nahkoda “P”, TB Cavalo akan melaksanakan transfer BBM illegal kepada KM Riau Jaya GT 17 dengan nahkoda “AS” sebanyak 10 ton dan sudah terlaksana 3 ton.

Komandan Lantamal (Danlantamal) IV Tanjungpinag  Laksma TNI S. Irawan, S.E mengatakan Lantamal IV Tanjungpinang melalui tim WFQR tidak akan pernah berhenti melakukan pengejaran dan penindakan terhadap segala bentuk pelaku kejahatan di perairan Kepri.  Salah satunya adalah penggagalan upaya transfer BBM illegal ship to ship yang jelas-jelas merugikan negara  dan dilakukan di tengah laut dalam kegelapan malam.

“Pelaku kejahatan ini selalu mencari titik kelengahan aparat, hal ini terbukti dengan pergerakan mereka yang melakukan kegiatan illegal di tengah malam dan kondisi cuaca buruk, namun sebagai garda terdepan, TNI AL dalam hal ini Lantamal IV melalui tim WFQR akan terus meningkatkan kewaspadaan melalui patroli rutin dan memetakan alur laut yang rawan tindak kejahatan,” tegas Laksma TNI S. Irawan.

Menurutnya, Lantamal IV tidak boleh lengah dan kalah dari para penjahat, sekecil apapun tindak kejahatan, tetaplah kejahatan dan harus ditangani secara serius dan tuntas, tidak ada kata kompromi dengan mereka yang jelas-jelas merugikan negara.

Guna pengembangan dan proses hukum lebih lanjut, TB Cavalo, TK Metro dan KM Riau Jaya selanjutnya ditarik dan diamankan di Tanjung Sebayur Dabo Singkep.

Berita Terkait