Rabu, 18 Juli 2018 | 17:51:32 WIB

FBLN Abaikan Hak Karyawan, Ratusan Karyawan Perusahaan Tambang Mogok Kerja

Rabu, 28 September 2016 | 15:10 WIB
FBLN Abaikan Hak Karyawan, Ratusan Karyawan Perusahaan Tambang Mogok Kerja

Ilustrasi-Demo para karyawan tambang. (FOTO: ANT/LINDO)

HALTENG, LINDO - Ratusan karyawan dari PT Fajar Bhakti Lintas Nusantara (FBLN) yang beroperasi dibagian pertambangan biji nikel setengah jadi di Kecamatan Pulau Gebe, Kabupaten Halmahera Tengah, Sabtu, (24/9) lalu kembali melakukan aksi demontrasi.

Aksi yang dilakukan ratusan karyawan itu merupakan buntut kekecewaan atas sikap PT. FBLN yang dinilai tidak memperhatikan keamanan dan keselamatan kerja ratusan karyawan.

Informasi yang dihimpun LINDO, setelah kontrak pertama berakhir dan masuk pada kontrak kedua telah terjadi korporasi sehingga tidak lagi menjamin keselamatan karyawan dan ada sekitar 50 orang karyawan yang tidak lagi diakomodir oleh pihak perusahaan. Hal ini disampaikan Fahri Ibrahim warga setempat.

Dia juga menjelaskan, aksi mogok kerja yang dilakukan ratusan karyawan karena menurut Serikat kerja PT FBLN Gebe tidak sesuai, dimana, ada poin pada isi kontrak kedua ada yang salah. Menurutnya, sesuai dengan Undang -Undang Nomor 13 tahun 2003 tentang tenaga kerja bahwa karyawan yang kerja lembur lebih dari tiga jam harus mendapatkan makan sesuaikan dengan kalori dan tiga kali dalam sehari namun, pada kontrak kerja tidak ada makan dan minum (mami).

"Kami menuntut agar 50 orang karyawan yang pada kontrak kedua ini tidak lagi dimasukkan tanpa alasan yang jelas agar segera diakomodir," kata Fahri Sekretaris Serikat kerja PT FBLN Gebe kepada LINDO Selasa, (27/9) kemarin.

Dia mengatakan, Aksi yang dilakukan itu secara spontanitas, karena pihak manajemen pihak perusahaan tidak pernah mencari solusi dan tidak ada kejelasan, dan akhirnya karyawan melakukan mogok kerja, dan ini akan terus berlanjut hingga mendapat tanggapan baik dari pihak perusahaan," terangnya.

Selain itu, sekirar 30 orang karyawan yang dikontrak tapi tidak dipermanenkan. Padahal mereka telah  bekerja selama 4 tahun," jelasnya.

Ketua DPK Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Pulau Gebe mengatakan karyawan terpaksa mogok kerja sehingga aktivitas perusahan terhenti. Akibat kebijakan perusahan yang cenderung mengabaikan masalah keamanan dan keselamatan kerja.

Untuk itu Sebagai organisasi pemuda di pulau Gebe, Khusnul turut mempertanyakan kewajiban perusahaan, sehingga dapat memperhatikan karyawan, selain itu juga pertayakan atas dana CSR yang dinilai tidak disalurkan oleh pihak perusahaan," terangnya. (LAMAGI LA ODE)

Berita Terkait