Rabu, 20 Juni 2018 | 23:54:36 WIB

Danlantamal IV Tanjungpinang Bicara Efektivitas Hadapi Ancaman Keamanan Laut

Senin, 10 Oktober 2016 | 23:21 WIB
Danlantamal IV Tanjungpinang Bicara Efektivitas Hadapi Ancaman Keamanan Laut

Danlantamal IV Tanjungpinang Laksma TNI S. Irawan menjadi Narasumber dihadapan Pasis Dikreg Seskoal Angkatan ke-54 TP 2016. (FOTO : DISPENLANTAMALIV/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV Tanjungpinang Laksma TNI S. Irawan, S.E menjadi Narasumber dihadapan Pasis (Perwira Siswa) Dikreg Seskoal Angkatan ke-54 Tahun Pelajaran (TP) 2016 dan para perwira menengah Tentara Nasional Indonesia (TNI AL), di Hall A, Gedung R.E Martadinata, Seskoal Bumi Cipulir, Jakarta Selatan, Senin (10/10).

Danlantamal IV mengulas tentang cikal bakal lahirnya WFQR (Western Fleet Quick Response) adalah untuk menjawab tantangan keamanan dan pengamanan Selat Malaka yang menjadi salah satu jalur pelayaran terpadat di dunia.

“Kehadiran WFQR  untuk menepis isu-isu negatif tentang Selat Malaka, saat ini telah kita buktikan bahwa kita mampu mengamankan Selat Malaka, hal telah mendapat pengakuan dari dunia internasional,” terang Laksma TNI S.Irawan.

WFQR atau Reaksi cepat Koarmabar adalah sistim pengendalian operasi dibawah langsung kendali Pangarmabar melalui optimalisasi aset yang dimiliki Koarmabar dengan mengedepankan peran operasi keamanan laut terbatas pada satuan kewilayahan Lantamal dengan dukungan satuan mobile unsur KRI Gugus Tempur Laut (Guspurlabar) dan Gugus Keamanan Laut Barat (Guskamlabar).

Menurutnya, sepak terjang kinerja WFQR, berhasil menekan tingkat kejahatan hingga nol diperairan Selat Malaka dan perairan Kepulauan Riau (Kepri) seperti sindikat kejahatan Asuransi, Ilegal oil, Perompakan Kapal, Pencurian dengan kekerasan dilaut, Perdagangan Manusia, Narkoba, Illegal Fishing, Pencurian Barang Muatan Kapal Tenggelam (BMKT), Penangkapan kapal buruan Interpol MV Viking, Penyeludupan, Pelanggaran wilayah, SAR (Search And Rescue), dan lainnya.

Sampai saat ini pertanggal 25 November 2015 jumlah total pelaku perompakan 66 orang tertangkap dan DPO (Daftar Pencarian Orang) sebanyak enam orang, yang sebagaian besar pelaku kejahatan berhasil ditangkap WFQR, sudah diproses hukum.

Prestasi WFQR menjadi perhatian dunia internasional bahkan media televisi asing pun seperti CNN, Aljazirah ingin mengetahui sepak terjang kinerja dari WFQR, dengan melakukan wawancara khusus dengan Pangarmabar.

Berita Terkait