Kamis, 26 April 2018 | 16:28:56 WIB

Lagi, Tim WFQR Lantamal IV Tanjungpinang Gagalkan Penyelundupan Barang Dari Batu Pahat Malaysia

Rabu, 12 Oktober 2016 | 21:43 WIB
Lagi, Tim WFQR Lantamal IV Tanjungpinang Gagalkan Penyelundupan Barang Dari Batu Pahat Malaysia

Tim WFQR Lantamal IV Tanjungpinang mengagalkan penyelundupan barang dari Batu Pahat Malaysia. (FOTO : DISPENLANTAMALIV/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Tim WFQR 4 Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Tanjung Balai Karimun (TBK), Rabu (12/10) menangkap KM Citra Utama yang membawa barang-barang ilegal dari Batu Pahat, Malaysia tujuan Tanjung Balai Karimun (TBK).

Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV Tanjungpinang Laksma TNI S.Irawan, SE mengatakan, KM Citra Indah berbobot 105 GT berbendera Indonesia milik “KL”, adalah salah satu kapal yang menjadi target operasi WFQR-4 dan saat ini sudah di adhoc di dermaga TBK.

“KM Citra Indah berbobot 105 GT saat diperiksa, membawa barang second berbagai jenis dan bawang merah sebanyak 13,800 Ton, ikan 3000 dus, semen 50 sak, minuman 300 dus,dan masih banyak barang-barang masih dalam proses bongkar dan penghitungan secara ril yang dilakukan tim gabungan, antara lain tim WFQR-4 Lanal TBK, Bea Cukai, KKP, dan Polair Polda Kepri,” ungkap Laksma TNI S.Irawan.

Ia juga telah mengingatkan, pihaknya sudah beberapa kali memberikan himbauan para pengguna laut, agar tidak lagi membawa  masuk dan keluar barang-barang illegal, karena permainan ini sudah diketahui semuanya.

“Kami berbuat untuk mengamankan regulasi pemerintah dalam hal ini Presiden Joko Widodo, yang tegas mengatakan hilangkan semua bentuk-bentuk kegiatan illegal karena sangat merugikan perekonomian bangsa Indonesia,” jelas Danlantamal IV Tanjungpinang.

Sampai saat ini tambahnya, tim gabungan masih mendata barang-barang diluar manifest, yang jumlahnya cukup banyak, Ia juga minta kepada seluruh aparat tim gabungan yang ada di lapangan untuk mendata secara cermat keseluruhan barang, termasuk pemeriksaan narkoba kemungkinan ada di dalam kapal.

Menurutnya, kegiatan illegal di wilayah Kepulauan Riau (Kepri) saat ini menjadi sorotan dan perhatian dari pemerintah pusat.  “Untuk itu, semua jajaran stakeholder dan komponen masyarakat yang ada di Kepri, agar sama-sama merapatkan barisan mengamankan regulasi pemerintah, jangan ada lagi oknum-oknum bermain dibalik ini semua karena konsekwensinya akan berhadapan dengan hokum,” tegasnya.

Berita Terkait