Senin, 21 Mei 2018 | 17:58:51 WIB

Empat Toko Disegel, Kasat Pol PP Kota Tangsel : Ijin Dulu, Baru Usaha

Kamis, 13 Oktober 2016 | 19:20 WIB
Empat Toko Disegel, Kasat Pol PP Kota Tangsel : Ijin Dulu, Baru Usaha

Petugas Kasat Pol PP Kota Tangerang Selatan melakukan penyegelan salah satu Toko Alfamart di wilayah Tangsel. (FOTO : BERITABUANA/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Disegelnya empat dari 212 Toko Modern Alfamart milik PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk minggu lalu, disikapi serius oleh pihak perusahaan pengelola, alhasil pihak perusahaan melayangkan surat permohonan kebijakan peninjauan  kembali kepada Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Azhar Syam'un dengan tembusan ke Walikota Tangerang Selatan (Tangsel).

Dari surat yang dikirim pada 7 Oktober 2016 oleh PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk Parung, dan tertanda tangani Branch Manager atas nama Lilik Soehada.  Pihak pengelola perusahaan Alfamart mengajukan permohonan peninjauan kembali atas kebijakan penutupan tokonya, dengan 3 (tiga) hal pertimbangan.

"Bahasanya dari surat itu adalah berbentuk permohonan peninjauan kembali, bahwa mereka sudah mengurus ijin, ya mereka minta keringanan untuk tidak diteruskan proses penindakan terhadap toko mereka, dengan beberapa bahan pertimbangan," ungkap Kasat Pol PP Kota Tangerang Selatan Azhar, Kamis (13/10).
 
Azhar juga menjelaskan bahwa penindakan perihal masalah ini merupakan sudah tugas pihaknya untuk menegakan peraturan dan ketentuan.

"Boleh-boleh saja mereka minta keringanan, itu kan hak mereka, tapi khan tetap saja ijin harus diurus, terkait apa yang mereka telah lakukan misalnya membuka lapangan kerja untuk masyarakat dan sedang memproses ijin itu.   Namun tetap saja ketentuannya ijin dulu baru usaha, perlu diperhatikan, sanksi itu dilakukan untuk membuat kita untuk kemudian mengikuti peraturan dan ketentuan," tegasnya.

Sementara, upaya konfirmasi kepada pihak PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk guna menklarifikasi terkait surat tersebut, hanya penjelasan yang minim dari pihak Corporate Comunaction (CO) perusahaan terkait.

"Apa yang ada di surat itu, sudah jelas atas apa yang kami harapkan, untuk klarifikasi pihak terkait, tetap saja, ujung-ujungnya tetap kami selaku bagian yang diarahkan untuk memberi tanggapan," ujar Budi Santoso selaku CO.

Berita Terkait