Selasa, 22 Mei 2018 | 05:46:41 WIB

Pemkab Halteng Masih Menutupi Harga Tanah untuk Lokasi PLN Weda

Jum'at, 14 Oktober 2016 | 12:48 WIB
Pemkab Halteng Masih Menutupi Harga Tanah untuk Lokasi PLN Weda

Kabag Humas dan Kepala PLN unit Weda mendampingi Bupati HAlteng meninjau lahan yang bakal dibebaskan untuk lokasi PLN unit Weda, Rabu (13/10). (FOTO: LAMAGI/LINDO)

HALTENG, LINDO - Bupati Halmahera Tengah (Halteng) M Al Yasin Ali pada Rabu, (12/10) kemarin meninjau lokasi persiapan pembangunan Pembangkit Listrik Negara (PLN) Unit Weda berkapasitas 1 Mega Watt. Dalam kunjungan itu, Bupati didampingi oleh Kepala Bagian Humas Protokol dan Persandian Ridwan Saliden dan Kepala PLN Unit Weda Risdam Ridwan.

Pada kesempatan itu, Bupati berharap rencana pembangunan ini secepatnya dibangun agar kebutuhan masyarakat dan investor yang akan berinvestasi bisa terpenuhi kebutuhan listrik.

Bupati juga pertemukan pemilik lahan yang akrab disapa Steven Horsan ini dengan Kepala Bagian Pemerintahan menggelar rapat kesepakatan ketetapan harga di ruang rapat Bupati kemarin dengan tujuan membebaskan lahan milik Steven Horsan untuk perluasan lokasi Pembangkit Listrik Negara (PLN) yang lokasinya tidak jauh dari lokasi PLN Unit Weda.

Dalam pertemuan itu, pihak pertama lebih memilih lahan yang berdekatan dengan lokasi PLN Unit Weda agar secepatnya dipercepat pembayarannya. Namun, pihak kedua berjanji dalam waktu dua minggu lahan seluas 2.346 M2 akan dibayar sebesar Rp.150 juta.

"Harga kesepakatan antara kedua bela pihak yakni Kabag Pemerintahan Arman Alting dan pemilik lahan Steven Horsan sebesar Rp.150 juta," jelas Steven Horsan di kediamannya di Desa Nurweda.

Steven Horsan menambahkan harga lahan tersebut sesuai rapat kesepakatan. "Saya berikan kesempatan kepada Pemkab Halteng. Kemampuan Pemda berapa soal pembayaran lahan, dan saat itu Pemda Halteng melalui Kabag Pemerintahan Arman Alting mengaku kesanggupan Pemda hanya sebesar Rp 150 juta," jelas Steven.

Secara terpisah Kepala Bagian Pemerintahan Arman Alting ketika dikonfirmasi soal anggaran pembebasan lahan yang akan dibayar kepada pemilik lahan, Arman Alting malah berbelit-belit memberikan jawaban. Konfirmasi itu dengan tujuannya karena anggaran yang digunakan adalah dana rakyat yaitu APBD Halteng. 

Kabag Pemerintahan Arman Alting seakan-akan menutupi penggunaan anggaran pembebasan lahan tersebut, sebab yang disampaikan Bupati kemarin harga pembebasan lahan itu akan dibayar kurang lebih 1 milyar.

Pengamatan LINDO, Bupati, Kabag Humas dan Kepala PLN unit Weda mendampingi Bupati meninjau lahan yang bakal dibebaskan untuk penggunaan lokasi PLN unit Weda. (LAMAGI LA ODE)

Berita Terkait