Sabtu, 23 Juni 2018 | 07:24:14 WIB

Inilah Modus Baru Pembobolan ATM, Pihak Bank dan Polisi Kena Tipu

Jum'at, 21 Oktober 2016 | 02:36 WIB
Inilah Modus Baru Pembobolan ATM, Pihak Bank dan Polisi Kena Tipu

Anggota Polsek Abepura menunjukkan foto kopian SIM milik korban dan SIM milik pelaku yang menggunakan nama korban namun tetap menggunakan foto pelaku. (FOTO: JPG/LINDO)

ABEPURA, LINDO - Kasus pembobolan ATM terjadi di Abepura, Jayapura. Korbannya bernama Erna. Dia melaporkan pelaku TW (29) yang merupakan pacar sepupunya ke polisi.

Pelaku diduga telah mengeruk tabungan korban senilai Rp 9,9 juta. Menariknya, modus yang digunakan terduga pelaku TW terbilang baru. Dia memalsukan identitas korban dan menipu banyak pihak, termasuk pihak bank, bahkan menipu polisi yang telah mengeluarkan surat kehilangan.

Korban yang tak terima dengan perbuatan ini langsung melapor dan meminta agar polisi memproses TW yang dikenal sudah pernah berurusan dengan polisi sebelumnya. Di hadapan Polisi, Erna menjelaskan bahwa hilangnya sejumlah uang dari tabungannya baru diketahui Rabu kemarin.

Menurutnya, siang kemarin sekitar pukul 14.30 WIT, dia mendatangi Bank BNI Abepura untuk melakukan penarikan melalui ATM. Namun korban tak bisa melakukan transaksi karena kartu tidak bisa mengakses dan diminta untuk mengonfirmasi ke pihak bank.

Saat dikonfirmasi di Bank BNI Abepura, dia mendapat jawaban bahwa rekening korban telah ditutup pada 29 September lalu melalui BNI Waena dan korban diminta untuk mengecek ke BNI Waena.

Sampai di BNI Waena, korban mendapat jawaban yang cukup mengejutkan, dimana pihak bank awalnya bingung mengapa ada nasabah yang sudah menutup buku rekening tapi masih mengecek lagi.  

Korban lantas ditunjukkan siapa yang datang melapor. “Jadi pihak costumer servicenya bingung dan bilang kemarin sudah ditutup, tapi mengapa ditanya lagi. Lalu saya minta penjelasan lebih, akhirnya diberitahukan siapa yang datang saat itu dan ternyata TW,”  kata korban.

TW rupanya melakukan penipuan dengan menggunakan identitas SIM C yang mengatasnamakan korban, namun memakai foto wajahnya sendiri. Yang membedakan hanyalah pada SIM korban tertulis nama lengkap dengan tanggal kelahiran 6 April, sedangkan SIM pelaku nama tengah korban disingkat dengan tanggal kelahiran 1 April.

Lalu pada SIM korban ditandatangani oleh mantan Kapolres, AKBP Jeremias Rontini, sedangkan SIM pelaku ditandatangani Kapolres Jayapura Kota, AKBP Marison Tober  Sirait.

Yang paling menyolok adalah foto wajah adalah pelaku, tapi nama pemilik SIM adalah korban. “Saya cuma kaget kok dibilang sudah menutup buku tabungan, padahal ATM semuanya ada pada saya,” bebernya.

Dari kasus ini bisa dibilang pihak bank juga kecolongan, karena tidak cermat untuk memverifikasi kepemilikan buku tabungan. Pelaku TW bisa mengecoh hanya dengan mengganti foto dan membuat laporan kehilangan, kemudian mengajukan ke pihak bank.

“Orang bank memang bilang saat ditanya tentang identitas diri memang TW bisa menjawab semua, termasuk nama ibu saya,” katanya.

Terkait dengan ini, Kapolsek Abepura, Kompol Arnolis Korowa mengatakan bahwa laporan polisi sudah dibuatkan dan kini sedang diselidiki. “Tunggu saja, sedang kami selidiki,” imbuhnya. (JPG)

Berita Terkait