Jumat, 25 Mei 2018 | 14:17:12 WIB

Dugaan Penistaan Agama, 9 Saksi Sudah Diperiksa, Ahok Belum Dijadwalkan

Jum'at, 21 Oktober 2016 | 15:07 WIB
Dugaan Penistaan Agama, 9 Saksi Sudah Diperiksa, Ahok Belum Dijadwalkan

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Boy Rafli Amar. (FOTO: POSKOTA/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri menindaklanjuti laporan dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Sembilan saksi telah diperiksa.

Kadiv Humas Polri, Irjen Boy Rafli Amar, mengatakan pemeriksaan dilakukan terhadap saksi dari berabagai kalangan. “Laporan sudah berproses, pemeriksaan sembilan saksi, ada yang dari pembuat video, juga warga di Kepulauan Seribu yang langsung mendengar ucapan Ahok,” katanya di Mabes Polri, Jumat (21/10).

Namun ia belum bisa memastikan waktu yang akan dipakai untuk memeriksa terlapor. “Pemanggilan Ahok belum dijadwalkan, tapi penyidik sudah menjadwalkan ahli untuk mendengar keterangannya,” tambahnya.

Ahok dilaporkan ke polisi karena dugaan penistaan agama dengan menyebut surat Al Maidah 51. Ucapan disamoaikannya saat bertemu warga di Kepulauan Seribu.

Sementara itu, kalangan DPR mengingat Kepolisian untuk segera memproses pengaduan masyarakat tentang dugaan penistaan agama terkait Surat Al Maidah, yang dilakukan Ahok (Gubernur DKI Jakarta (Basuki Tjahaja Purnama). Jangan sampai muncul kesan tebang pilih.

“Jangan terkesan hukum itu tebang pilih,” kata Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond J. Mahesa.

Desmond mengingatkan bahwa Bareskrim Mabes Polri sendiri sudah berjanji untuk melakukan pemeriksaan terhadap Ahok, setelah adanya laporan dari masyarakat dan beberapa ormas. Terlebih, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan pernyataan resmi, kalau Ahok menghina Al Quran dan ulama.

Untuk itu, Desmond mendesak Bareskrim Mabes Polri tidak bermain pada ranah abu-abu dalam kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok. Bagaimanapun, hukum harus dijadikan sebagai panglima, agar tak ada anggapan hukum tumpul ke atas tapi tajam ke bawah.

“Jangan terkesan hukum itu tebang pilih,” ujarnya.

Apalagi, ketika menemui ribuan pendemo, Jumat (14/10) lalu Kapolda Metro Jaya menjamin akan segera memproses kasus penistaan agama yang melibatkan Ahok.  (POSKOTANEWS)

Berita Terkait