Sabtu, 23 Juni 2018 | 17:22:01 WIB

Tim WFQR 4 Lanal TBK Amankan Kapal BBM Berbendera Belize

Minggu, 23 Oktober 2016 | 20:55 WIB
Tim WFQR 4 Lanal TBK Amankan Kapal BBM Berbendera Belize

Tim WFQR 4 Lanal TBK mengamankan kapal BBM berbendera Belize. (FOTO : DISPENLANTAMALIV/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Tim WFQR-4 Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Tanjung Balai Karimun (TBK) yang sedang melaksanakan patroli menggunakan Patkamla Karimun di perairan Selat Gelam dan STS Leho, pada Sabtu (22/10) pukul 01.55 WIB pada posisi 00 03 610U-103 25 428T (Perairan Tg Sebatak Leho) menghentikan Kapal SPB. Dewi Nabila berbendera Belize.

Kapal tersebut adalah jenis Self Propelled Barge dengan 146 GT ,merupakan milik CV.Star Formula Batam dengan Nakhoda Suaib dengan tanda kapal lambung kayu berwarna hijau, yang menurut pengakuan Nakhoda akan memuat Bahan Bakar Minyak (BBM) di OPL.

Dari pemeriksaan sementara Tim WFQR-4, kapal SPB Dewi Nabila berbendera Belize ini bersama enam orang Anak Buah Kapal (ABK), merupakan warga Negara Indonesia (WNI) termasuk Nakhoda belum sempat melakukan kegiatanya, kerena keburu tertangkap oleh tim WFQR 4.

Tujuan kapal tersebut bergerak dari Tanjung Sebatak, Tanjung Balai Karimun, menuju OPL Barat.  Dari pemeriksaan awal, ditemukan beberapa kesalahan atau pelanggaran yaitu kapal berlayar dari Tanjung Balai Karimun menuju OPL barat Singapura berlayar tanpa persetujuan berlayar (SPB).

Begitu juga paspor dari tiga orang ABK tidak dicap keluar oleh imigrasi Indonesia, sedangkan tiga orang ABK tidak memiliki buku pelaut. Kapal ini diduga akan melakukan kegiatan BBM ilegal di OPL, sedangkan pelanggaran lainnya sedang dalam pendalaman Tim WFQR Lanal Tanjung Balai Karimun termasuk pemeriksaan Narkoba.

Sampai saat ini, kapal dikawal ke Dermaga Mako Lanal TBK untuk dilaksanakan pemeriksaan lebih lanjut.  Sementara itu Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) IV Tanjungpinang Laksma TNI S. Irawan menyatakan, menindak lanjuti perintah dari Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) dan Pangarmabar agar Lantamal IV berserta jajarannya terus laksanakan penegakan hukum dan meningkatkan keamanan serta pengawasan diseluruh perairan Kepulauan Riau (Kepri).

“Perairan Kepri disinyalir masih ada kegiatan-kegiatan ilegal yang dilakukan oleh oknum-oknum yang mencari keuntungan dan memanfaatkan kelengahan petugas termasuk kegiatan BBM Ilegal,” terang Komandan Lantamal IV Tanjungpinang Laksma TNI S. Irawan.

Sejauh ini lanjut Laksma TNI S. Irawan, pihaknya telah menerima beberapa laporan dari masyarakat menjelang akhir tahun seperti smasih ada kegiatan dari kelompok ataupun kegiatan perorangan yang melakukan kegiatan penyeludupan, dengan memanfaatkan pelabuhan tikus yang minim pengawasan aparat.

Untuk itu, Danlantamal IV Tanjungpinang menghimbau para pelaku agar menghentikan aktivitas ilegal.   “Termasuk bila masyarakat menemukan aparatnya melakukan kerja sama seperti Pungutan Liar (Pungli), maka masyarakat foto dan laporkan hal itu sebagai barang bukti, karena saat ini telah dibentuk Satgas Pungli yang siap bekerja di seluruh wilayah Indonesia,” tegasnya.

Berita Terkait