Sabtu, 18 November 2017 | 19:00:23 WIB

Danramil 02/Tambora Sampaikan Pentingnya Deteksi Dini kepada Masyarakat Tambora

Senin, 7 November 2016 | 18:10 WIB
Danramil 02/Tambora Sampaikan Pentingnya Deteksi Dini kepada Masyarakat Tambora

Danramil 02/Tambora (TB) Kapten Inf Sukma menjadi narasumber pada acara Dialog “Peningkatan Pemahaman Sistim Deteksi Dini Bagi Pengurus RT/RW”. (FOTO : KODIM0503/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Komandan Koramil (Danramil) 02/Tambora (TB), Kodim 0503/Jakarta Barat (JB) Kapten Inf Sukma menjadi narasumber pada acara Dialog “Peningkatan Pemahaman Sistim Deteksi Dini Bagi Pengurus RT/RW, yang dihadiri Tokoh Agama (Toga) dan Tokoh Masyarakat (Tomas), di ruang Aula Kecamatan Tambora, Jakarta Barat (Jakbar), Senin (7/11).  Acara tersebut juga dihadiri Camat Tambora Djaharudin dan para pengurus Rukun Tetangga (RT)/Rukun Warga (RW) se-Kecamatan Tambora.

Dalam dialog tersebut Danramil 02/Tambora mengatakan, salah satu kebutuhan primer masyarakat adalah keamanan, yang diperlukan setiap orang, keluarga, lingkungan tempat tinggal, kantor, organisasi, partai politik dan Negara.     

“Adapun yang dimaksud dengan kewaspadaan dini masyarakat adalah kondisi kepekaan, kesiagaan dan antisipasi masyarakat dalam menghadapi potensi dan indikasi timbulnya bencana, baik bencana perang, bencana alam, maupun bencana karena ulah manusia,” terang Kapten Inf. Sukma.

Tujuan kewaspadaan dini masyarakat ini lanjutnya, adalah untuk menjaga keamanan ialah kondisi kepekaan, kesiap-siagaan dan antisipasi masyarakat dalam menghadapi kemungkinan timbulnya gangguan keamanan.

Menurutnya, potensi dan indikasi sekecil apapun, kemungkinan timbulnya gangguan keamanan, harus diantisipasi dengan penuh kepekaan dan kesiagaan.   Pentingnnya kewaspadaan keamanan diantisipasi secara dini dengan penuh kepekaan dan kesiagaan karena benturan kepentingan ekonomi, politik, sosial, agama, etnis dan idiologi, yang setiap saat bisa muncul.   

Kapten Inf Sukma menjelaskan, kewaspadaan dini harus diwujudkan dengan melakukan langkah-langkah sebagai berikut : Pertama, membina hubungan dan silaturahim dengan lingkungan terkecil dalam masyarakat, mulai dari lingkungan keluarga, RT dan RW.  Hal ini amat perlu dilakukan agar secara dini dapat diketahui kondisi masyarakat secara ekonomi, sosial, agama, politik, keamanan dan lain sebagainya.

Kedua, harus ada komunikasi dan hubungan dengan pemuda dan Tokoh Agama Serta Tokoh Masyarakat dilingkungan terkecil, selain Itu penting nya pemahaman untuk  dinamika orang-orang muda sangat tinggi.   Bahkan sedapat mungkin untuk diarahkan kepada hal-hal positif, agar menjadi penyanggah keamanan dan ketertiban.  Sebaliknya, jika tidak arah dan pembinaan, maka dapat menimbulkan masalah.

Ketiga, memanfaatkan modal sosial yang ada di dalam masyarakat seperti pengajian remaja, pengajian ibu-ibu dan bapak-bapak, perkumpulan arisan, Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Komunitas Remaja, Karang Taruna, dan lain sebagainya.

Keempat, mengetahui identitas yang mengontrak rumah dilingkungan masing-masing, dan tamu yang menginap, sebagai wujud deteksi dini terhadap kemungkinan sebagai teroris atau penjahat (terutama terkait beberapa kasus yang belum lama terjadi di Mall Alam Sutera, Tangerang dan kasus terbaru bom di Sarinah beberapa waktu yang lalu.

Kelima, mengusahakan adanya interaksi dan komunikasi dengan lingkungan masyarakat dari unit terkecil seperti keluarga, RT, RW dan kelurahan.   Hal ini amat penting karena lingkungan yang disebutkan adalah miniatur negara.  Kalau lingkungan terkecil seperti RT dan RW sudah aman, damai dan stabil, maka DKI Jakarta dan Negara Republik Indonesia pun akan aman dan terkendali.

EDITOR : ARMAN R

Berita Terkait

Baca Juga